Jatim.Rasionews.com|Banyuwangi.Ketua Ormas Macan Indonesia (MAI), Slmet Hariyadi, melontarkan kritik keras terhadap maraknya aktivitas tambang galian C di wilayah Banyuwangi yang diduga tidak mengantongi tahapan perizinan lengkap. Jumat 20/02/2026
“Kerusakan lingkungan sudah nyata. Namun penindakan belum terlihat. Ada kesan hukum tumpul ke atas, runcing ke bawah,” tegasnya.
Slamet menegaskan, jika pembiaran terus terjadi, dampak ekologis dan sosial akan semakin meluas. Ia berharap aparat bertindak transparan dan profesional agar Banyuwangi tetap kondusif serta mampu menjaga predikat sebagai daerah maju dan damai.
Masyarakat tentu merindukan kehadiran hukum yang adil bukan hukum yang tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Jika pelaku usaha kecil ditindak karena pelanggaran administratif, maka pelaku tambang ilegal dengan dampak besar terhadap lingkungan dan potensi kerugian negara juga harus mendapatkan perlakuan hukum yang tegas dan transparan. Di sinilah pentingnya keberanian institusi penegak hukum untuk bertindak tanpa pandang bulu.
Lebih jauh lagi, persoalan tambang ilegal bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Pemerintah daerah, DPRD, tokoh masyarakat, akademisi, hingga insan pers memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran kolektif. Kita tidak boleh terjebak dalam pembiaran yang justru melahirkan preseden buruk. Pembangunan yang berkelanjutan hanya mungkin terjadi bila seluruh elemen bersatu menjaga integritas tata kelola sumber daya alam.
- Advertisement -
Banyuwangi telah dikenal sebagai daerah yang progresif dalam sektor pariwisata, pertanian, dan ekonomi kreatif. Citra positif ini jangan sampai ternodai oleh aktivitas tambang ilegal yang mencederai prinsip pembangunan berkelanjutan. Ketika lingkungan rusak, jalan desa hancur akibat lalu lintas angkutan tambang, dan masyarakat sekitar terdampak debu serta kebisingan, maka biaya sosialnya jauh lebih besar daripada keuntungan sesaat yang dinikmati segelintir pihak.
Sudah saatnya kita bersatu. Bersatu bukan untuk saling menyalahkan, tetapi untuk memperkuat komitmen terhadap hukum dan masa depan Banyuwangi. Polresta harus didukung untuk bertindak tegas, pemerintah daerah harus konsisten dalam pengawasan dan perizinan, dan masyarakat harus berani melaporkan praktik ilegal yang merugikan bersama.
Penegakan hukum yang konsisten akan menciptakan iklim investasi yang sehat. Investor yang taat aturan justru akan merasa terlindungi ketika aparat bertindak tegas terhadap pelanggar. Ketika hukum ditegakkan tanpa kompromi, maka pesan yang sampai adalah jelas: Banyuwangi terbuka bagi usaha yang legal dan beretika, tetapi tertutup bagi praktik ilegal yang merusak.
- Advertisement -
Membangun Banyuwangi bukan hanya membangun infrastruktur, melainkan membangun integritas. Dan integritas itu dimulai dari keberanian menindak yang salah. Saatnya bersatu, saatnya tegas, demi Banyuwangi yang berdaulat atas hukum dan lestari bagi generasi mendatang.
Pewarta. Kin




