Kebakaran Gunung Tambu Lumajang, Satu Hektare Hutan Perhutani Terbakar
Lumajang,( Jatim Rasionews.com ) Kebakaran kembali melanda kawasan hutan Gunung Tambu, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (12/10/2026) siang. Sekitar satu hektare lahan milik Perhutani dilaporkan hangus terbakar.
Kapolsek Pasirian, Iptu Loni Roy Madona, mengatakan laporan kebakaran diterima dari masyarakat sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah menerima informasi tersebut, personel kepolisian bersama warga langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan mencegah api meluas.
“Kami langsung mengerahkan anggota ke lokasi begitu mendapat laporan dan melokalisir titik api,” ujar Loni Roy saat dikonfirmasi.
Lokasi kebakaran berada di petak 14B RPH Bago, yang mencakup kawasan Desa Pasirian dan Desa Condro.
Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan personel Polsek Pasirian, Koramil Pasirian, petugas CDK Lumajang, PHT, serta masyarakat setempat.
Petugas gabungan bersama warga melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia di lapangan. Upaya tersebut difokuskan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak merambat ke area hutan lainnya.
Menurut Loni Roy, kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan vegetasi mengering diduga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran.Meski demikian, penyebab pasti kebakaran tersebut belum dapat dipastikan.
“Diduga penyebab kebakaran karena cuaca ekstrem. Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak sembarangan melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran hutan,” tegasnya.
Dalam peristiwa tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Sementara itu, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai satu hektare.
Berdasarkan informasi penanganan di lapangan, api telah berhasil dikendalikan. Meski demikian, petugas gabungan tetap melakukan pemantauan dan pendinginan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api dari sisa bara.
Masyarakat di sekitar kawasan hutan diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika kondisi vegetasi kering.
Langkah tersebut penting untuk mencegah kejadian serupa sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan di Kabupaten Lumajang.**(Kib)




