Jatim.Rasionews.com|Tasikmalaya, Sejarah bangsa ini pernah mencatat tahun 1998 sebagai momentum reformasi. Gerakan mahasiswa yang heroik saat itu menumbangkan rezim lama, membuka pintu demokrasi, dan memberikan harapan baru. Namun, di balik keberhasilan tersebut, tidak sedikit darah mahasiswa tertumpah, nyawa melayang, serta kerusakan fasilitas publik yang menimbulkan luka panjang. 29 Agustus 2025.
Kini, dua dekade lebih berlalu, cita-cita reformasi yang diidamkan ternyata masih jauh dari harapan. Indikasi penyakit bangsa semakin nyata: korupsi merajalela, hukum tumpul ke atas namun tajam ke bawah, dan DPR sebagai lembaga legislatif justru banyak kehilangan kepercayaan rakyat.
Puncaknya, pada 25 Agustus 2025, kembali terjadi gelombang aksi di Jakarta dengan tuntutan keras: bubarkan DPR dan sederet aspirasi lainnya. Namun tragisnya, seorang pengemudi ojek online (ojol) menjadi korban jiwa akibat tindakan brutal oknum aparat yang melindasnya. Selain itu, jatuh pula korban luka di kalangan mahasiswa dan aparat keamanan.
DPC LSM Maung Kota Tasikmalaya dengan tegas menyatakan:
1. Menuntut agar oknum aparat yang menyebabkan meninggalnya ojol segera diproses hukum secara transparan, tegas, dan adil. Tindakan represif yang tidak sesuai prosedur hanya akan melukai kepercayaan rakyat kepada negara. Aparat harus mengedepankan SOP pengendalian massa, bukan tindakan berlebihan yang merenggut nyawa rakyat kecil.
- Advertisement -
2. Mengingatkan bahwa DPR tidak bisa begitu saja dibubarkan, karena lembaga tersebut merupakan bagian dari sistem ketatanegaraan yang diatur UUD 1945. Tuntutan rakyat harus disalurkan melalui jalur konstitusional, seperti pemilu, judicial review, atau mekanisme hukum yang sahih.
3. Mengajak semua pihak menimbang kembali kaidah maslahat dan maḍarat sebagaimana diajarkan dalam syariat Islam. Kaidah fiqhiyyah menegaskan: “Dar’ul mafsadah muqaddamun ‘ala jalbil mashalih” – mencegah kerusakan harus lebih diutamakan daripada meraih maslahat. Aspirasi rakyat adalah hak, tetapi ketika kerusakan, korban jiwa, dan penderitaan rakyat kecil lebih besar, maka gerakan perlu dievaluasi.
4. Menyerukan agar aspirasi rakyat tetap diperjuangkan dengan hikmah, damai, dan konstitusional. Islam mengajarkan amar ma’ruf nahi munkar, tetapi dengan cara yang menjaga jiwa manusia dan menghindarkan pertumpahan darah.
- Advertisement -
5. Mendorong pemerintah, DPR, dan aparat negara untuk lebih terbuka, mendengar, dan merespons aspirasi rakyat dengan bijak. Aspirasi rakyat bukan ancaman, melainkan suara hati nurani bangsa.
Ketua DPC LSM Maung Kota Tasikmalaya, Oki D. Mustari, menegaskan:
> “Perjuangan rakyat sejati adalah ketika aspirasi disampaikan tanpa ada nyawa yang melayang sia-sia. Oknum aparat yang lalai harus dihukum seadil-adilnya, sesuai syariat maupun hukum positif. Negara ini sedang sakit, dan obatnya bukan dengan menambah luka, tetapi dengan keberanian semua pihak untuk kembali pada amanah rakyat.” Tutupnya
Hidup rakyat, tegakkan keadilan, junjung tinggi kemanusiaan.
Sumber DPC LSM MAUNG Kota Tasikmalaya
Redaksi.