Jatim.Rasionews.com|Banyuwangi. 23/01/26 BPJS Kesehatan Kantor Cabang Banyuwangi terus memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital di fasilitas pelayanan kesehatan guna meningkatkan mutu layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberian Penghargaan Fasilitas Kesehatan Terbaik dalam Pemanfaatan Antrean Online Mobile JKN Tahun 2025 kepada 6 fasilitas kesehatan.
Penghargaan dengan capaian pemanfaatan antrean Mobile JKN tertinggi kategori
Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL) diberikan kepada RS Bakti Mulia
sebagai peringkat pertama, disusul RSUD Asembagus Situbondo di peringkat kedua
- Advertisement -
dan RS Al Rohmah Banyuwangi di peringkat ketiga. Sedangkan dari kategori Fasilitas
Keshatan Tingkat Pertama (FKTP) penghargaan diberikan kepada drg. Ayun
Mustikaningrum untuk peringkat pertama, diikuti drg. Gustini Kwartianti dan ketiga
- Advertisement -
yaitu dr. Anik Trihastutik.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh
Faskes yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik
kepada peserta JKN. Penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi
juga diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus menjaga dan meningkatkan
kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Titus Sri Hardianto selaku Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banyuwangi pada (23/01).
Titus menyampaikan era digitalisasi saat ini mengakomodir segala kemudahan akses
bagi peserta, termasuk dalam memperoleh pelayanan JKN. Hal tersebut yang mendorong fasilitas kesehatan di Kabupaten Banyuwangi dan Situbondo untuk terus beradaptasi dengan pemanfaatan sistem antrean online guna meningkatkan kualitas pelayanan.
“Pengguna Aplikasi Mobile JKN terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Hingga Januari 2026, peserta yang telah melakukan registrasi di Banyuwangi dan Situbondo tercatat sebanyak 373.573 pengguna dengan pengguna terbanyak pada
segmen peserta mandiri yaitu 110.394 pengguna, disusul oleh segmen Penerima
Bantuan Iuran (PBI) sebanyak 98.045 pengguna,” ungkap Titus.
Dengan capaian tersebut, Titus berharap pemanfaatan antrean online dapat
membantu mengurangi kepadatan pasien di ruang tunggu. Melalui sistem ini, peserta
dapat memantau progres antrean secara real time dan menyesuaikan waktu
kedatangan sesuai dengan nomor antreannya, sehingga potensi penularan penyakit antar pasien selama menunggu pelayanan juga dapat diminimalkan.
Turut hadir dan menyerahkan penghargaan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten
Situbondo, Dwi Herman Susilo mengapresiasi adanya kegiatan pemberian penghargaan kepada fasilitas kesehatan. Ia menilai kegiatan ini mampu memotivasi
fasilitas kesehatan lainnya untuk meningkatkan kualitas layanan.
“Banyak manfaat yang dirasakan masyarakat dengan adanya antrean online,
terutama dalam mengurangi waktu tunggu di fasilitas kesehatan. Semoga fasilitas
kesehatan lainnya juga dapat menerapkan antrean online ini secara optimal,” ujar Dwi.
Reporter : Supartono




