Jatim.Rasionews.com|Banyuwangi — Keributan yang melibatkan seorang LC (Ladies Companion) berinisial S dengan petugas pengelola di Vila Arizza berinisial P yang terletak di Desa Karangbendo kecamatan Rogojampi, bukan sekadar insiden biasa. Peristiwa ini justru membuka dugaan adanya aktivitas yang selama ini luput dari pengawasan. Senin 04/05/2026
Cekcok panas yang disertai teriakan keras itu terjadi di hadapan sejumlah orang dan sempat memancing perhatian warga sekitar.
Situasi memanas hingga nyaris berujung kericuhan lebih besar sebelum akhirnya berhasil diredam.
Sumber di lapangan menyebutkan, konflik dipicu persoalan internal yang diduga berkaitan dengan sistem kerja dan aturan di lokasi tersebut.
- Advertisement -
Ketika awak media Rasionews.com mengkonfirmasi ke onwer Villa Arizza bernama Rizza menyampaikan ” memang betul telah terjadi keributan antara LC dengan petugas villa pada hari kamis malam 30/04/2026 sekitar pukul 24.00 wib di villa , tetapi permasalahannya saya kurang paham. Karena waktu itu saya di luar posisinya. Villa Arizza menyediakan kamar untuk beristirahat sebanyak 4 kamar dengan tarip 300 ribu semalam ,selain kamar villa Arizza memberikan tambahan fasilitas karaoke di dalam kamar .sering juga LC menginap di kamar villa Arizza bersama tamu . Sekarang petugas pengelola villa berinisial P sudah melaporkan kejadian keributan tersebut ke Polsek Rogojampi” Kata Riza.
Sementara itu Kepala Desa Karangbendo Budiarto ketika di konfirmasi lewat WhatsApp tentang kejadian keributan di villa Arizza dengan singkat ” Untuk masalah izin saya gak tahu , karena selama ini pemilik villa Arizza belum pernah memberitahukan izin tentang villanya ke kantor Desa Karangbendo. Saya saat masih sibuk ada kegiatan di Kodim Banyuwangi mas ” ujar Budiarto.
Warga mempertanyakan fungsi pengawasan aparat dan pihak berwenang terhadap aktivitas di lokasi yang disebut-sebut kerap menimbulkan keresahan.
- Advertisement -
“Kalau terus terjadi seperti ini, berarti ada yang tidak beres. Harus ada tindakan tegas,” ujar salah satu warga
Kejadian ini pun memicu spekulasi lebih luas: apakah aktivitas di lokasi tersebut berjalan sesuai aturan, atau justru ada praktik terselubung yang dibiarkan?
Tim




