Jatim.Rasionews.com|BANYUWANGI | Memasuki penghujung Agustus, masyarakat dan para pelaku pelayaran di wilayah Banyuwangi diminta untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca.
khususnya angin musim timur yang masih berpotensi bertiup cukup kencang di jalan raya situbondo lingkungan kampung baru, Kelurahan Bulusan kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, hari Selasa(18-08-2026).

- Advertisement -

Sejumlah bendera merah putih yang masih terpasang di berbagai lokasi terlihat terus berkibar akibat terpaan angin.
- Advertisement -

“Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Wahyudi, mengatakan kewaspadaan tersebut dilakukan berdasarkan hasil analisis cuaca dari BMKG serta pengalaman kondisi angin pada periode-periode sebelumnya”.
Menurutnya, hingga akhir Agustus, angin masih berpotensi bertiup cukup kencang. Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi kapal penyeberangan, kapal nelayan, kapal niaga, hingga kapal pengangkut logistik yang setiap hari beraktivitas di perairan Banyuwangi.
“Analisa kami berdasarkan BMKG, juga dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, sampai dengan akhir Agustus angin masih cukup kencang,” ujar Kasat Wahyudi Satpol airud Polresta Banyuwangi.
Ia menegaskan, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pelayaran. Salah satu hal yang harus dipastikan adalah kapasitas kapal dan jumlah penumpang maupun muatan harus sesuai dengan ketentuan.
Untuk kapal penumpang, jumlah penumpang tidak boleh melebihi kapasitas yang telah ditetapkan. Selain itu, seluruh perlengkapan keselamatan di atas kapal juga harus tersedia dalam kondisi baik dan dapat digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi keadaan darurat.
“Teman-teman pelayaran, baik penyeberangan, kapal nelayan, kapal niaga maupun kapal logistik, harus selalu memperhatikan faktor-faktor keselamatan,” tegasnya Kasat Satpolairud Polresta Banyuwangi.
Petugas juga mengingatkan pentingnya memastikan seluruh peralatan keselamatan dalam kondisi siap operasional.
Peralatan darurat seperti life raft, sekoci, serta perlengkapan keselamatan lainnya tidak cukup hanya tersedia di atas kapal, tetapi harus benar-benar dapat digunakan ketika menghadapi situasi darurat.
Khusus bagi kapal niaga dan kapal-kapal nelayan, pengecekan terhadap perlengkapan keselamatan dinilai sangat penting. Awak kapal harus memahami cara pengoperasian peralatan tersebut sehingga tidak mengalami kendala ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Selain kelengkapan alat keselamatan, kondisi kapal, kemampuan awak kapal, jumlah penumpang, serta kondisi cuaca sebelum berlayar juga harus menjadi pertimbangan.
Pihak kepolisian kususnya Satuan Satpolairud Polresta Banyuwangi, yang bertugas mengimbau agar para nakhoda maupun pemilik kapal tidak memaksakan pelayaran apabila kondisi cuaca dan gelombang dinilai membahayakan.
Koordinasi dengan pihak terkait dan pemantauan informasi cuaca dari BMKG juga perlu dilakukan sebelum kapal bertolak.
Dengan masih berlangsungnya pengaruh angin musim timur hingga akhir Agustus, masyarakat yang menggunakan jasa transportasi laut juga diharapkan tidak panik, namun tetap waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Keselamatan pelayaran bukan hanya menjadi tanggung jawab nakhoda dan awak kapal, tetapi juga membutuhkan kesadaran seluruh penumpang dan pengguna jasa transportasi laut.
Pengecekan kapal, kesesuaian jumlah penumpang, kesiapan alat keselamatan, serta pemantauan kondisi cuaca menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan di laut.
“Pihak berwenang pun kembali mengingatkan, kondisi angin yang masih cukup kencang hingga penghujung Agustus harus disikapi dengan kehati-hatian. Jangan sampai aktivitas pelayaran yang seharusnya mendukung mobilitas masyarakat justru mengabaikan faktor keselamatan”.
“Angin musim timur masih berpotensi terjadi. Kewaspadaan harus tetap dijaga, sementara keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas utama” Jelasnya Kasat Wahyudi Satpolairud Polresta Banyuwangi.
Reporter: Supartono.



