Direktur RSUD Haryoto Lumajang Klarifikasi Dugaan Keterlambatan Penanganan Pasien, Tegaskan Pelayanan Sudah Sesuai Prosedur
Lumajang , Jatim Rasionews.com|Viral unggahan di media sosial yang menyoroti dugaan keterlambatan penanganan seorang pasien hingga meninggal dunia di RSUD Haryoto Lumajang, Mendapat klarifikasi dari Direktur RSUD Haryoto, dr. Wawan Arwijanto. Jumat (7/8/2026)
Ia menegaskan seluruh tenaga kesehatan telah menjalankan tugas sesuai prosedur dan memberikan penanganan maksimal kepada pasien.
Menurut dr. Wawan, Menyampaikan peristiwa yang ramai diperbincangkan tersebut memang benar terjadi. Pasien dirawat di Ruang Melati dan meninggal dunia setelah kondisinya memburuk secara mendadak.
“Memang ada pasiennya dan memang benar pasien tersebut meninggal dunia di RSUD Haryoto, Ruang Melati. Tidak ada yang bohong mengenai kejadian itu. Tetapi yang perlu dipahami, perawat sudah datang dan sudah memberikan pertolongan. Saat pasien mengalami batuk darah secara tiba-tiba, petugas langsung melakukan tindakan. Hanya saja hasilnya memang tidak seperti yang kita harapkan,” ujar dr. Wawan.
Ia menjelaskan, saat pertama kali datang ke rumah sakit, pasien mengeluhkan nyeri kepala, mual, muntah, serta kondisi tubuh yang lemas. Selama menjalani perawatan di ruang rawat inap, kondisi pasien tiba-tiba mengalami penurunan drastis setelah mengalami batuk darah hebat yang menyebabkan jalan napas tersumbat.
- Advertisement -
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan keadaan darurat yang langsung ditangani oleh tenaga medis sesuai standar pelayanan yang berlaku.
“Kalau pelayanan kesehatan, ada yang berhasil dan ada juga yang hasilnya tidak sesuai harapan. Yang jelas, perawat sudah datang dan memberikan pertolongan dengan sangat baik. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin,” katanya.
Menanggapi isu yang menyebut dokter tidak berada di rumah sakit saat kejadian, dr. Wawan memastikan informasi tersebut tidak benar.
- Advertisement -
Ia menegaskan RSUD Haryoto Lumajang memiliki sistem pelayanan dengan dokter jaga selama 24 jam.
“Dokter jaga ada 24 jam, bahkan ada dua dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (UGD). Dokter penanggung jawab pasien sesuai bidang spesialis juga selalu dapat dihubungi atau on call. Koordinasi dengan dokter spesialis juga sudah dilakukan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia menerangkan bahwa pasien masuk sebagai pasien umum dan seluruh tindakan medis telah dilakukan berdasarkan indikasi klinis. Menurutnya, keberhasilan penanganan pasien dipengaruhi banyak faktor medis sehingga tidak seluruhnya dapat ditentukan oleh tenaga kesehatan.
“Kami tidak bisa mengendalikan apakah suatu kejadian menjadi viral atau tidak. Yang bisa kami lakukan adalah memberikan pelayanan semaksimal mungkin sesuai kondisi pasien. Banyak kasus berat yang kami tangani di rumah sakit, dan hasil pengobatan atau tindakan medis bukan sepenuhnya ditentukan oleh tenaga kesehatan,” ungkapnya.
Pihak RSUD Dr. Haryoto berharap masyarakat memperoleh informasi secara tidak terburu-buru menyimpulkan suatu peristiwa hanya berdasarkan unggahan di media sosial.
Rumah sakit juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan sesuai standar operasional prosedur demi keselamatan setiap pasien.
(Rokib)



