Lumajang Jadi Percontohan Penguatan KIM, Dominasi Publikasi di Jawa Timur Masuk Kajian Best Practice
LUMAJANG, Jatim Rasionews.com | Kabupaten Lumajang kembali mencatatkan prestasi dalam pengelolaan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM). Di saat 16 kabupaten/kota di Jawa Timur belum menghasilkan satu pun publikasi KIM selama Semester I 2026, Lumajang justru menjadi daerah dengan produktivitas publikasi tertinggi hingga direkomendasikan sebagai best practice dalam Focus Group Discussion (FGD) Koordinasi Tindak Lanjut Pemetaan Media dan Kelembagaan KIM se-Jawa Timur.
Data yang dipaparkan dalam FGD menunjukkan, selama Januari hingga Juni 2026, KIM Kabupaten Lumajang berhasil memproduksi 7.210 berita atau sekitar 72 persen dari total 10.011 berita KIM terverifikasi di Jawa Timur. Kontribusi tersebut juga berlangsung konsisten setiap bulan, berkisar antara 66,9 hingga 76,9 persen, sehingga dinilai sebagai capaian yang lahir dari sistem pembinaan yang terstruktur, bukan sekadar peningkatan sesaat.
Atas capaian tersebut, forum FGD merekomendasikan dilakukan kajian lapangan terhadap faktor-faktor yang mendorong produktivitas KIM Lumajang untuk dijadikan praktik baik dalam penguatan kelembagaan KIM di tingkat provinsi. Pada tahap berikutnya, Kabupaten Lumajang bersama Kabupaten Malang diusulkan menjadi daerah pendamping bagi kabupaten/kota yang aktivitas publikasi KIM-nya masih rendah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Mustaqim, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pembangunan ekosistem KIM yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Produktivitas merupakan dampak dari ekosistem yang dibangun bersama. Kami terus memperkuat kapasitas pengurus KIM, membangun jejaring antardesa, serta memastikan informasi yang dipublikasikan tetap berkualitas dan memberi manfaat bagi masyarakat. Jika pengalaman Lumajang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi daerah lain, tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Rabu (22/7/2026).
- Advertisement -
Mustaqim menegaskan, Pemerintah Kabupaten Lumajang tidak pernah menjadikan jumlah berita sebagai target utama. Fokus pembinaan diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan tata kelola redaksi, serta membangun budaya kolaborasi agar setiap informasi yang dipublikasikan memenuhi nilai 3E+1N, yakni Educating, Empowering, Enlightening, dan Nationalism.
Senada dengan itu, Ketua KIM Desa Sumbersari, Luluk Sampurno, menyebut tingginya produktivitas KIM di Lumajang tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten oleh Dinas Kominfo Kabupaten Lumajang.
Menurutnya, para pengurus KIM secara rutin mengikuti pelatihan jurnalistik, desain grafis, hingga produksi video grafis. Selain itu, mereka juga telah dua kali mengikuti bimbingan teknis yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
- Advertisement -
“Yang paling kami rasakan bukan hanya pelatihannya, tetapi pendampingannya. Hampir setiap hari Dinas Kominfo Kabupaten Lumajang memfasilitasi tindak lanjut penulisan berita, memberikan masukan terhadap naskah, hingga mendorong kami terus aktif mempublikasikan informasi. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan inilah yang membuat kapasitas teman-teman KIM terus meningkat,” kata Luluk.
Ia menambahkan, budaya kolaborasi menjadi faktor penting yang menjaga produktivitas KIM di Lumajang. Antar-KIM desa aktif bertukar informasi, berbagi pengalaman, serta saling mendukung dalam pengembangan kemampuan menulis, desain konten, hingga pengelolaan media digital.
Kolaborasi tersebut juga melibatkan pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, organisasi lokal, dan masyarakat sehingga berbagai potensi, inovasi, serta program pembangunan desa dapat terdokumentasikan dan dipublikasikan secara lebih luas.
“Kami tidak berjalan sendiri. Antar-KIM saling berbagi informasi dan ilmu. Pemerintah desa, lembaga desa, hingga masyarakat juga terbuka memberikan data maupun informasi. Budaya kolaborasi dan saling belajar inilah yang membuat kapasitas KIM di Lumajang terus berkembang dari waktu ke waktu,” pungkasnya.
Hasil FGD tersebut menjadi dorongan bagi Kabupaten Lumajang untuk terus menjaga kualitas ekosistem KIM melalui pembinaan berkelanjutan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas desa dan lintas pemangku kepentingan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam memperkuat kelembagaan KIM di Jawa Timur.
(Rokib)




