As Roda Belakang Patah, Truk Angkutan Pasir Terjun ke Jurang di Candipuro
Lumajang, Jatim Rasionews.com| Sebuah truk angkutan pasir mengalami kecelakaan tunggal di kawasan tambang pasir bawah Jembatan Besuk Koboan, Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kamis (25/6/2026) sekitar pukul 13.20 WIB. Truk terperosok ke jurang sedalam kurang lebih 13 meter setelah diduga mengalami patah pada as roda belakang saat melintasi tanjakan.
Informasi yang dihimpun dari Polsek Candipuro menyebutkan, truk bernomor polisi P 8879 yang dikemudikan Rosid, warga Dusun Sumber Kajar, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, saat itu tengah mengangkut muatan pasir dari lokasi tambang.
Saat melaju di jalan menanjak, as roda belakang truk diduga patah secara tiba-tiba. Akibatnya kendaraan tidak mampu menahan beban muatan, berjalan mundur di tanjakan, kehilangan kendali, lalu terperosok ke jurang dengan kedalaman sekitar 13 meter.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, truk mengalami kerusakan cukup parah dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Petugas Polsek Candipuro bersama unsur terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu proses evakuasi. Sekitar pukul 15.00 WIB, kendaraan berhasil dievakuasi menggunakan alat berat jenis excavator ke lokasi yang lebih aman.
- Advertisement -
Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, hasil pemeriksaan awal menunjukkan kecelakaan dipicu oleh kerusakan teknis pada kendaraan.
“Benar, telah terjadi kecelakaan tunggal yang melibatkan truk angkutan pasir di kawasan tambang bawah Jembatan Besuk Koboan, Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

- Advertisement -
Berdasarkan informasi dari petugas di lapangan, kendaraan diduga mengalami patah pada as roda belakang saat melintasi tanjakan sehingga truk berjalan mundur dan akhirnya terperosok ke jurang sedalam kurang lebih 13 meter,” ujar Ipda Suprapto.
Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, sementara kerugian yang ditimbulkan hanya berupa kerusakan kendaraan.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Pengemudi selamat, sedangkan kerugian material diperkirakan sekitar Rp100 juta. Setelah kejadian, petugas bersama pihak terkait melakukan pengamanan lokasi dan mengevakuasi kendaraan menggunakan alat berat agar tidak mengganggu aktivitas di kawasan tambang,” jelasnya.
Ipda Suprapto mengimbau seluruh pengemudi angkutan barang, khususnya kendaraan pengangkut material tambang, agar selalu memperhatikan kondisi teknis kendaraan sebelum beroperasi.
“Kami mengimbau kepada para pemilik maupun pengemudi truk agar rutin melakukan pengecekan kelayakan kendaraan, terutama pada komponen vital seperti sistem pengereman, ban, dan as roda. Mengingat medan di kawasan tambang cukup berat, pemeriksaan berkala sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa dan menjaga keselamatan pengemudi maupun pengguna jalan lainnya,” pungkasnya.
(Rokib)




