Aktivitas Gunung Semeru Masih Fluktuatif, Status Tetap Level III (Siaga)
Jatim Rasionews.com Lumajang | Aktivitas vulkanik Gunung Semeru pada periode pengamatan 1 Maret 2026 pukul 00.00 hingga 06.00 WIB terpantau masih fluktuatif. Gunung yang berada di wilayah Lumajang dan Malang, Jawa Timur ini tetap berstatus Level III (Siaga).
Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau mendung dengan angin bertiup lemah ke arah tenggara. Suhu udara berkisar antara 20 hingga 21 derajat Celsius.
Secara visual, gunung teramati jelas dengan tingkat kabut 0-I hingga 0-II. Asap kawah maupun letusan tidak teramati secara visual karena puncak Gunung Semeru dominan tertutup kabut.
Data kegempaan mencatat terjadi 21 kali gempa letusan dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi 67–156 detik. Selain itu, tercatat 4 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–5 mm dan durasi 45–125 detik. Aktivitas hembusan terekam sebanyak 9 kali dengan amplitudo 4–5 mm dan durasi 57–84 detik. Sementara itu, gempa vulkanik dalam terjadi 1 kali dengan amplitudo 15 mm, selisih waktu S-P 3 detik, dan durasi 27 detik.
Tidak terdapat keterangan tambahan dalam laporan tersebut.
- Advertisement -
PVMBG tetap memberikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat. Warga dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak diperkenankan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang.
Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
- Advertisement -
Warga juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungainya.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan petugas terkait.
(Pewarta Kib)




