Seorang Wanita Diduga Menjadi Korban Penganiayaan OTK di Boreng Lumajang, Ternyata Bukan Begal
Jatim Rasionews LUMAJANG – Dugaan tindak pidana penganiayaan terjadi di jalan desa area persawahan Desa Boreng, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Senin (16/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban dibacok orang tidak dikenal (OTK) saat dalam perjalanan pulang ke rumah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 16.38 WIB. Korban berangkat dari rumah mengendarai sepeda motor Honda Vario warna hitam nomor polisi W-3512-QY menuju agen BRIlink di Desa Sumberejo, Kecamatan Sukodono, untuk mengambil uang sebesar Rp1.500.000. Pengambilan uang tersebut terekam CCTV di lokasi BRIlink.
Usai mengambil uang, korban melanjutkan perjalanan ke Desa Blukon untuk membeli rokok. Setelah itu, korban pulang seorang diri dengan melintasi jalan desa di area persawahan dari arah timur ke barat.
Setibanya di lokasi kejadian, korban secara tiba-tiba diserang dari arah belakang oleh orang tidak dikenal. Pelaku membacok korban sebanyak satu kali menggunakan senjata tajam yang mengenai bagian kepala.
Akibat serangan tersebut, korban terjatuh ke parit sawah dan mengalami luka robek di bagian kepala serta luka robek pada telapak tangan kiri. Pelaku kemudian melarikan diri ke arah yang tidak diketahui.
- Advertisement -
Korban sempat berteriak meminta pertolongan hingga akhirnya warga sekitar datang membantu dan membawa korban ke RSU dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan perawatan medis.
Kasi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, saat dikonfirmasi menegaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan dugaan tindak pidana penganiayaan, bukan aksi begal.
“Dari hasil penyelidikan awal, tidak ada barang milik korban yang hilang atau diambil. Uang yang baru diambil korban juga masih utuh. Sehingga sementara ini peristiwa tersebut kami tangani sebagai dugaan penganiayaan,” ujar Ipda Suprapto.
- Advertisement -
Ia menambahkan, pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas serta motif pelaku.
“Kami sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan sejumlah saksi. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya.
(Pewarta Kib)




