Masuk
Jatim Rasio NewsJatim Rasio News
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Lebih
    • Yudikatif
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Reading: Analisis Divisi Hukum Maung: Larangan Kembang Api Tahun Baru vs Izin Imlek – Apakah Konsisten?
Share
Jatim Rasio NewsJatim Rasio News
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Yudikatif
  • TNI – Polri
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
Search
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Lebih
    • Yudikatif
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Sudah punya akun? Masuk
Follow US
- Advertisement -
- Advertisement -
Jatim Rasio News > Berita > Nasional > Analisis Divisi Hukum Maung: Larangan Kembang Api Tahun Baru vs Izin Imlek – Apakah Konsisten?
Nasional

Analisis Divisi Hukum Maung: Larangan Kembang Api Tahun Baru vs Izin Imlek – Apakah Konsisten?

Terakhir diperbarui: 2026/02/13 at 10:10 AM
Reporter Jatim Rasio News Diposting 13 Februari 2026
Share
IMG 20260213 WA0003
SHARE

 

 

Jatim.Rasionews.com|Pontianak, Kalbar — Sebagaimana diberitakan media, Pemkot Pontianak mengizinkan pesta kembang api terpusat di Jalan Gajah Mada dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577, sementara aktivitas serupa di luar kawasan tersebut dilarang. Lebih lanjut, muncul pertanyaan mendasar mengapa pada Tahun Baru Masehi 2026 pemkot melarang pesta kembang api secara umum, namun perayaan Imlek diizinkan dengan pemberlakuan aturan khusus. Divisi Hukum Maung melihat kebijakan ini perlu dihadapkan pada kerangka hukum yang berlaku di Indonesia, termasuk Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang telah mengalami revisi dan tetap mengatur aspek kriminal terkait penggunaan bahan peledak seperti kembang api.

- Advertisement -

Penggunaan kembang api diatur dalam beberapa instrumen hukum penting, dengan penjabaran rinci melalui KUHP dan peraturan terkait:

– Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 17 Tahun 2017: Mengatur perizinan, pengamanan, pengawasan, dan pengendalian bahan peledak komersial. Pasal 3 menyebutkan bahwa petasan dengan isi me siu lebih dari 20 gram atau diameter lebih dari dua inci memerlukan pengawasan ketat dan izin khusus.

– Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951: Pasal 1 Ayat 1 menetapkan sanksi tegas, mulai dari penjara hingga hukuman mati, bagi siapa saja yang tanpa izin membuat, memiliki, atau menggunakan bahan peledak termasuk kembang api yang tidak memenuhi ketentuan.

- Advertisement -

– KUHP Pasal 187 dan Pasal 187 Bis: Pasal 187 mengatur tentang tindak pidana menyebabkan kebakaran, ledakan, atau banjir dengan sengaja. Sanksinya berkisar dari penjara 12 tahun jika membahayakan barang, hingga 20 tahun atau seumur hidup jika mengakibatkan kematian. Sementara Pasal 187 Bis mengatur tentang pembuatan, penyimpanan, atau pengangkutan bahan peledak yang diketahui akan digunakan untuk membahayakan nyawa atau barang, dengan ancaman penjara hingga 8 tahun.

Baca Juga:  Polres Lumajang Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025, Kapolres: Teladani Akhlak Rasulullah dalam Tugas dan Kehidupan

– KUHP Pasal 187 Ter: Mengatur tentang konspirasi untuk melakukan kejahatan pada Pasal 187 dan 187 Bis, dengan sanksi penjara hingga 5 tahun.

– Peraturan Daerah (Perda) Kota Pontianak tentang Kegiatan Masyarakat dan Keamanan Umum: Menetapkan ketentuan umum tentang kegiatan yang memerlukan izin serta kondisi penolakan atau pembatasan, termasuk penggunaan kembang api. Selain itu, KUHP Pasal 539 juga menjadi acuan terkait pengaturan keramaian umum, yang melarang penyediaan minuman keras secara cuma-cuma pada acara yang melibatkan massa untuk menjaga ketertiban.

- Advertisement -

Divisi Hukum Maung mengajukan beberapa pertanyaan dan kritik terkait kebijakan ini:

1. Alasan Perbedaan Penanganan: Mengapa pada Tahun Baru Masehi 2026 pemkot melarang pesta kembang api secara menyeluruh, namun untuk perayaan Imlek diizinkan dengan lokasi terpusat? Apakah ada analisis risiko yang menunjukkan perbedaan tingkat bahaya antara kedua perayaan berdasarkan ketentuan Pasal 187 KUHP, atau apakah kebijakan ini lebih didasarkan pada faktor budaya dan tradisi tertentu?

2. Konsistensi Aturan: Apakah dasar hukum yang sama digunakan untuk menetapkan larangan pada Tahun Baru Masehi dan izin pada Imlek? Bagaimana memastikan bahwa penetapan kebijakan tidak diskriminatif dan sesuai dengan prinsip hukum yang berlaku, terutama terkait penerapan Pasal 187 Bis KUHP yang mengatur tentang pengelolaan bahan peledak?

3. Keterbukaan Informasi: Mengapa alasan larangan pada Tahun Baru Masehi tidak dijelaskan secara rinci kepada masyarakat? Apakah terdapat faktor keamanan khusus, masalah lingkungan, atau pertimbangan lain yang menjadi dasar larangan tersebut yang tidak diterapkan pada perayaan Imlek, serta bagaimana hal ini sejalan dengan prinsip transparansi dalam penegakan hukum?

4. Penegakan Hukum: Bagaimana mekanisme penegakan hukum terhadap pelanggaran larangan di luar area yang ditentukan pada Imlek, serta bagaimana memastikan bahwa tidak ada pelanggaran yang terjadi pada saat Tahun Baru Masehi? Apakah ada langkah konkret untuk menjaga konsistensi dalam penerapan sanksi sesuai Pasal 187 dan Pasal 187 Bis KUHP, termasuk penuntutan pidana atau pemberlakuan denda?

Baca Juga:  Kalapas llA Jember Hasan Basri Pimpin Langsung Apel Penggeledahan Dan Penguatan Keamanan

5. Izin yang Sesungguhnya: Apakah izin yang diberikan untuk pesta kembang api di Jalan Gajah Mada pada Imlek telah memenuhi semua persyaratan hukum yang sama dengan yang seharusnya diterapkan pada Tahun Baru Masehi? Termasuk surat izin resmi sesuai Perkap Nomor 17 Tahun 2017, rekomendasi dari instansi terkait, klarifikasi tentang jenis serta jumlah kembang api yang digunakan, dan pemenuhan ketentuan keamanan publik sesuai Pasal 187 KUHP?

6. Alternatif yang Aman: Mengapa Pemkot Pontianak tidak menerapkan konsep lokasi terpusat juga pada Tahun Baru Masehi, atau mengedukasi masyarakat tentang alternatif perayaan yang lebih aman dan tidak melanggar hukum untuk kedua perayaan tersebut, dengan mengacu pada ketentuan perlindungan masyarakat dalam KUHP?

“Kebijakan izin terpusat untuk pesta kembang api pada Imlek dan larangan total pada Tahun Baru Masehi memunculkan pertanyaan tentang konsistensi dan transparansi kebijakan pemerintah. Kebijakan untuk menghormati tradisi dapat dimaklumi, namun harus diimbangi dengan pemahaman yang jelas tentang dasar hukum yang menjadi landasan serta alasan perbedaan penanganan yang diberikan. Larangan atau izin harus diikuti dengan penegakan hukum yang konsisten dan transparansi dalam proses penetapan, serta memastikan bahwa setiap langkah yang diambil tidak hanya sesuai dengan kaidah lokal tetapi juga tunduk pada prinsip hukum yang adil dan tidak diskriminatif sesuai dengan KUHP yang berlaku,” ujar Iwan Gunawan SH M.Sos.,Cm.,Cdra., CLC Ketua Divisi Hukum DPP MAUNG, Jumat (13/02/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Kadiv Hukum MAUNG juga menekankan pentingnya evaluasi hukum terhadap kebijakan semacam ini. “Kita tidak menentang penghormatan terhadap budaya dan tradisi masyarakat yang beragam di Indonesia. Namun, setiap kebijakan pemerintah harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Kami mendorong Pemkot Pontianak untuk segera mengklarifikasi poin-poin yang menjadi pertanyaan masyarakat, termasuk menyampaikan secara terbuka analisis risiko yang dilakukan dan dasar hukum yang menjadi acuan pada masing-masing perayaan. Selain itu, perlu ada upaya untuk menyelaraskan aturan dengan prinsip kesetaraan di depan hukum, sehingga tidak ada perasaan diskriminasi di kalangan warga,” tambahnya.

Baca Juga:  Pasangan Bunda Indah - Mas Yudha Optimis Menang Mutlak di Desa Wotgalih Dengan Program - Program Barunya 

Ia juga menambahkan pandangan terkait penegakan hukum yang harus dilakukan secara proporsional. “Jika ditemukan ada pelanggaran pada perayaan Imlek di luar area yang diizinkan, maka penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu, sama seperti yang seharusnya diterapkan jika ada pelanggaran pada Tahun Baru Masehi. Konsistensi dalam penegakan hukum adalah kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum dan pemerintah daerah,” jelas Iwan Gunawan.

 

Kebijakan pesta kembang api Tahun Baru Masehi dan Imlek 2026 di Pontianak menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban dan menghormati tradisi masyarakat. Namun, penting bagi semua pihak untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil memiliki dasar hukum yang kuat, alasan yang jelas, serta konsisten dalam penerapannya. Hal ini bertujuan untuk melindungi keselamatan masyarakat, menjaga keadilan, dan memastikan bahwa setiap perayaan dapat berlangsung dengan khidmat serta sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kin.

Bagikan Berita Ini
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Apa Reaksi Anda?
Suka0
Galau0
Kocak0
Terkejut0
Emosi0
BERITA SEBELUMNYA IMG 20260212 WA03021 APPM: Polisi Urusi jalan Rusak Banyuwangi, Alokasi Anggaran dari mana itu Pak?
BERITA BERIKUTNYA IMG 20260213 121759 SPPG di RogoTrunan, Ketua Satgas MBG Lumajang Soroti Bau dan Dugaan Limbah
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan Pilih Rating!

– Supported by-

Berita Populer

IMG 20241215 WA0082
NasionalSerba -serbi
Penyerahan SK DPAC BRNR Korcam Tempeh untuk Program Makan Bergizi Gratis
15 Desember 2024
IMG 20241111 WA0068
NasionalSeputar Desa
Di Hebokan Warga Desa Randuagung Terjadi Fenomena Keajaiban Alam: Pohon Kelapa Berdiri Lagi,Selama 9 Bulan Tumbang
11 November 2024
IMG 20241228 WA0142
Nasional
Ketua DPD LSM Teropong Keadilan dan Hukum Minahasa, Hezky O’Brien Kawengian, Menanggapi Pernyataan Kuasa Hukum Desa Passo
28 Desember 2024
IMG 20240405 WA0005
Nasional
Kelangkaan Gas Elpiji 3 kg Sering terjadi di saat memasuki Hari Raya Iedul Fitri
5 April 2024
IMG 20241128 WA0091
Politik
Puskaptis Banyuwangi Ucapkan Selamat Atas ‘Kemenangan’ Paslon 02 Ali Makki-Ali Ruchi Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pilihan Rakyat Banyuwangi
28 November 2024
IMG 20241222 WA0120
NasionalPemerintahan
BRNR Gelar Sosialisasi(MBG) Makan Bergizi Gratis di 12 Desa
22 Desember 2024
Jasa Pembuatan Website Berita
Jasa Website Jogja
Jasa Backdrop Event Jogja
Jasa Backdrop Jogja

Pendidikan

Kreativitas Digital Pelajar Lumajang Bersinar, Siswi SMPN 1 Sukodono Raih Juara II Ilustrasi Digital
11 Mei 2026
Siswa SMK Negeri Klakah Tembus Magang ke Jepang, Harumkan Nama Lumajang
7 Mei 2026
Yayasan Roudlotul Ulum Gedangmas Bagikan 1.000 Takjil, Warga Antusias Sambut Kegiatan Ramadan
14 Maret 2026
RA Nurul Jadid Randuagung Semarakkan Pawai Sambut Bulan Suci Ramadhan
14 Februari 2026
Dugaan Pungli Dana PIP di SMK Sunan Kalijaga, LP-KPK Desak Aparat Bertindak
13 Februari 2026
- Advertisement -

Seputar Desa

IMG 20260511 WA0089
Sempat Hilang Saat Memancing, Bocah Asal Kedawung Ditemukan Selamat di Dusun Kancu
11 Mei 2026
IMG 20260418 WA0091
Persekal Kalidilem Raih Kemenangan 2-1, Laga Sore di Ledok Tempuro Disambut Meriah
18 April 2026
IMG 20260405 WA0134
Semangat Gotong Royong Warga, Pengecoran Lantai 2 Masjid Al Huda di Gedangmas Krajan
5 April 2026
IMG 20260404 WA0186
Pemandian Sumber Nah di Desa Kalisemut Padang, Sajikan Wisata Alam Asri dengan View Persawahan yang Menenangkan
4 April 2026
IMG 20260403 WA0090
Ratusan Pengunjung Padati Kolam Renang PG.Pack Jatiroto Saat Libur Lebaran, Tiket Tetap Rp5.000
3 April 2026

Artikel Terkait:

IMG 20260515 WA0038
NasionalPemerintahanTNI – Polri

Banjir Rendam Ratusan Rumah di Sukodono Lumajang, BPBD Turunkan Tim Evakuasi

15 Mei 2026
IMG 20260514 WA0135
NasionalTNI – Polri

Microbus Elf Tabrak Truk Parkir di Klakah, Penumpang Alami Luka

14 Mei 2026
IMG 20260514 WA0053
NasionalTNI – Polri

Polres Lumajang Ungkap Kasus Peredaran Sabu di Pasirian, Dua Tersangka Diamankan

14 Mei 2026
IMG 20260513 WA0135
Nasional

Lepas 1.312 Jemaah Haji, Bupati Ipuk: Doakan Kebaikan untuk Banyuwangi

13 Mei 2026
Jatim Rasio News
  • rasionews25@gmail.com
  • 0853 3069 6503
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Analisis Divisi Hukum Maung: Larangan Kembang Api Tahun Baru vs Izin Imlek – Apakah Konsisten?
Share

Copyright © 2023 PT. Rafa Canasha Media

Selamat Datang di RasioNews.com!

Masuk ke Akun Anda

Daftar Lupa password?