.
Jatim.Rasionews.com|Banyuwangi, Pemerintah pusat maupun daerah gembar gembor memihak pada kalangan bawah yang tidak mampu serta mendukung UMKM untuk peningkatan perekonomian Rakyat. 18/12/2025
Hal tersebut berbanding terbalik dengan fakta yang terjadi di Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi Jawa Timur, seorang nenek yang menyewa tanah tandus di pinggir jalan diatas tanah HGU PTPN XII PASEWARAN harus meninggalkan warungnya/ membongkar.
Sewa lahan tersebut dijadikan warung untuk berjualan sehari hari gina mencukupi kebutuhan hidupnya dari hasil jualan di warung tersebut, nenek merasa senang karena ada pemasukan setiap harinya.
Harga sewa lahan seluas kurang lebih 600 M2 dengan harga sebesar Rp. 3.000.000,- ( Tiga Juta Rupiah ) selama satu tahun dibayarkan kepada sinder kebun yang ada di kantor pantai wisata Kampe.

- Advertisement -
Pada saat transaksi pembayaran uang sewa, nenek tersebut tidak diberi bukti kwitansi pembayaran oleh sinder kebun hanya dicatat sudah bayar.
Luas areal lahan di Bangsring cukup luas puluhan hektar dan banyak yang disewakan kepada pihak lain oleh Oknum pejabat PTPN XII PASEWARAN Banyuwangi.
Adanya rencana penggusuran warung nenek oleh Oknum pejabat PTPN XII PASEWARAN membuat geram Ketua Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia LPRI DPC Banyuwangi Agus pecok nama panggilannya angkat bicara,” Saya selaku ketua Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia LPRI DPC Banyuwangi berharap agar rencana penggusuran warung milik Nenek Surya yang rumahnya tidak jauh dari lokasi warung agar dibatalkan, karena warung tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari hari dari hasil penjualan warung tersebut bukan untuk memperkaya diri dan luasnya hanya sekitar kurang lebih 600 M2 serta telah membayar uang sewa secara tunai dan lunas, disamping itu warung yang dimaksud berdiri diatas tanah tandus tidak produktif, kebijakan dari PTPN XII sangatlah diharapkan masih banyak lahan yang disewakan dengan dalih dikontrakan kepada pihak lain dengan jumlah lahan yang cukup luas, kami akan terus memantau perkembangan rencana penggusuran warung nenek tersebut kalau memang tetap dipaksakan kami tidak segan untuk mengajukan hearing ke DPRD Banyuwangi maupun bersurat kepada kementrian BUMN dan Direksi agar memihak kepada Rakyat yang lemah,” tegas Agus.
- Advertisement -
Tim.




