FGD Perkuat Kolaborasi DPRD dan Media untuk Tingkatkan Keterbukaan Informasi Publik
Rasionews.com Lumajang | DPRD Kabupaten Lumajang bersama media menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan keterbukaan informasi publik. Kegiatan yang berlangsung di Gedung DPRD Lumajang. Jum.at (28/11/2025)
Acara FGD ini dihadiri oleh berbagai organisasi media, di antaranya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lumajang, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Ikatan Wartawan Lumajang (IWL), Forum Jurnalis Independen (FORJI) Lumajang, serta Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT). Para pimpinan redaksi dan wartawan dari berbagai media online, cetak, maupun televisi juga turut menghadiri forum tersebut.
Sekretaris DPRD Lumajang, Mahfud, M.pd. membuka kegiatan dengan menyampaikan apresiasi atas kehadiran para awak media.
“Terima kasih kepada teman-teman media yang telah hadir. Sinergi ini penting dalam memperkuat keterbukaan informasi di Lumajang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Lumajang, Hj. Octaviani, S.H., M.H., menegaskan bahwa kolaborasi antara DPRD dan media memiliki peran strategis dalam mengawal jalannya pemerintahan. Menurutnya, DPRD dan media sama-sama memegang fungsi kontrol terhadap pelaksanaan kebijakan publik.
- Advertisement -
“Fungsi DPRD dan media sama-sama kontrol. Kolaborasi ini penting agar kita bisa memastikan pemerintah menjalankan janji politik, serta visi yang telah disampaikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Octaviani menambahkan bahwa masih banyak isu publik yang belum tersampaikan secara optimal karena keterbatasan akses informasi. Dengan sinergi yang lebih kuat, berharap media dapat menjadi jembatan penyampai aspirasi masyarakat sekaligus memperluas penyebaran informasi pembangunan. Ia juga menekankan perlunya tata kelola informasi yang lebih efisien antara DPRD dan insan pers, agar berbagai persoalan masyarakat dapat terkomunikasikan secara cepat dan tepat.
Solikin, S.H. selaku wakil DPRD Lumajang menyampaikan bahwa komunikasi antara DPRD dan media selama ini lebih banyak dilakukan secara informal. Karena itu, ia mengusulkan adanya pola komunikasi yang lebih resmi dan terstruktur.
- Advertisement -
“Selama ini kita sering berdiskusi sepatah-sepatah. Kalau bisa dibuat lebih resmi, semacam kesepahaman kerja sama. Yang penting komunikasi kita jelas, dan teman-teman media mengerti proses serta kerja DPRD,” ujar Solikin.
Harapan kami, hubungan DPRD dan media bisa terus berjalan dengan baik. Minimal ada komunikasi rutin, karena media adalah mitra penting dalam penyampaian informasi publik.
FGD berjalan interaktif melalui sesi tanya jawab antara peserta dan jajaran DPRD. Forum ini menjadi momentum memperkuat peran media sebagai mitra strategis DPRD Lumajang dalam mewujudkan transparansi, responsivitas, serta efektivitas penyampaian informasi kepada masyarakat.
(Kib)




