Masuk
Jatim Rasio NewsJatim Rasio News
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Lebih
    • Yudikatif
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Reading: Polres Luwu Diduga Lamban Tangani Laporan Penganiayaan, Korban Merasa Tak Diperhatikan
Share
Jatim Rasio NewsJatim Rasio News
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Yudikatif
  • TNI – Polri
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
Search
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Lebih
    • Yudikatif
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Sudah punya akun? Masuk
Follow US
- Advertisement -
- Advertisement -
Jatim Rasio News > Berita > Nasional > Polres Luwu Diduga Lamban Tangani Laporan Penganiayaan, Korban Merasa Tak Diperhatikan
Nasional

Polres Luwu Diduga Lamban Tangani Laporan Penganiayaan, Korban Merasa Tak Diperhatikan

Terakhir diperbarui: 2025/01/20 at 11:15 AM
Reporter Jatim Rasionews Diposting 20 Januari 2025
Share
IMG 20250120 WA0055
SHARE

 

Jatim.Rasionews.com|Luwu. Kasus dugaan penganiayaan di Luwu, Sulawesi Selatan, tengah menjadi sorotan publik. Ibu Kasma, korban penganiayaan, mengeluhkan lambatnya penanganan laporan kasusnya di Polres Luwu. Ia menyatakan bahwa laporannya yang diajukan dua bulan lalu seakan-akan tidak diproses, tanpa penjelasan yang jelas mengenai kendala yang dihadapi.

Ibu Kasma berharap mendapatkan keadilan atas kasus yang dialaminya. Ia mendesak Polres Luwu untuk segera memproses laporannya dan memberikan keadilan yang pantas.

- Advertisement -

Peristiwa ini kembali mengingatkan kita pada pentingnya peran polisi sebagai pengayom masyarakat. Setiap laporan masyarakat, khususnya yang dianggap serius seperti kasus penganiayaan, seharusnya ditindaklanjuti dengan cepat dan profesional. Lambatnya penanganan laporan dapat memicu konflik dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap penegak hukum.

Kasus ini juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses penegakan hukum. Masyarakat berhak mengetahui perkembangan penanganan laporan kasus yang mereka ajukan. Polres Luwu perlu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan tugasnya untuk menjaga kepercayaan publik.

Media dan masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan kasus ini dan mendesak Polres Luwu untuk segera menyelesaikan kasus tersebut dengan adil dan transparan.

- Advertisement -

Menanggapi Laporan Ibu Kasma dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/469/XII/2024/SPKT/POLRES LUWU/POLDA SULAWESI SELATAN tanggal 09 Desember 2024 pukul 12.00 WITA Terkait dugaan Tindak Pidana Pengeroyokan UU 1 Tahun 1946 tentang KUHP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 KUHP yang terjadi di Jl. N A. Benni, Kelurahan Senga, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, sudah berjalan 13 hari ini belum juga mendapat kepastian hukum. Minggu, 22/12/24.

Adapun terlapor atas nama NURHAINI Ais MAMA RISKA sampai saat ini belum juga ditahan, beginilah kronologis kejadian berdasarkan keterangan pelapor saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian mengatakan bahwa pada awalnya korban menegur terlapor dengan kata “jangan mencuci di situ” dan terlapor tersebut merasa tidak terima dan langsung memukul korban menggunakan kursi sebanyak 2 kali sambil menginjak korban pada bagian punggung dan perut.

Baca Juga:  Warga Gumukrejo RW 4 Gotong Royong Percepat Penyelesaian Proyek Pavingisasi Desa Temuguruh

“Saya tidak terima atas apa yang mereka sudah perlakukan kepada saya, perbuatan Pengeroyokan yang dilakukan di muka umum dan disaksikan orang banyak ini tidak bisa diberi ampun, karena sudah tidak berprikemanusiaan dan merupakan murni pidana,” ungkap Kasma selaku pelapor pada wartawan ini.

- Advertisement -

“Cuma saya sebagai pelapor sangat kecewa kepada pihak penyidik polres Luwu karena sampai saat ini terlapor belum juga ditahan, sudah jelas jelas ada berapa bukti yang saya ajukan ke penyidik diantaranya; adanya vidio atau rekaman terkait pengeroyokan saya, adanya keterangan saksi 2 orang dan visum, menurut saya sebagai orang awam terhadap hukum mestinya terlapor sudah ditahan berdasarkan bukti permulaan tersebut,” imbuhnya.

“Saya khawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karena pelaku saat ini masih melakukan aktivitas yakni berjualan disamping warung saya, apakah pihak kepolisian akan bertanggung jawab kalau terjadi sesuatu hal, jadi saya mohon sebagai masyarakat meminta keadilan dan ketegasan agar pelaku pengeroyokan kepada saya ini segera ditahan,” tutupnya.

“Pelaku pengeroyokan dan penganiayaan dapat dikenakan pasal berlapis, yaitu pasal 170 dan 262 KUHP. Berdasarkan pasal 170 KUHP, pelaku pengeroyokan dapat dikenakan hukuman berupa penjara selama 5 hingga 12 tahun. Tindak pidana pengeroyokan yang diatur dalam Pasal 170 KUHP bukan merupakan delik aduan,” ungkap Arsad, SH pada media ini.

“Pasal 17 KUHAP menyatakan: Perintah penangkapan dilakukan terhadap seorang yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti permulaan yang cukup, penetapan tersangka dalam kasus pidana minimal harus memiliki dua alat bukti dari tiga alat bukti berdasarkan Pasal 184 KUHAP. Adapun dimaknai minimal dua alat bukti sesuai Pasal 184 KUHAP; Keterangan saksi, Keterangan ahli, Surat, Petunjuk dan Keterangan terdakwa,” tambahnya.

Baca Juga:  Dinkes Provinsi Jatim Kunjungi PD NA Banyuwangi

“Perintah penangkapan dilakukan terhadap seorang yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti permulaan yang cukup. Jadi, bicara soal Pasal 17 KUHAP, maka pasal ini tidak terlepas dari ketentuan Pasal 1 butir 14 KUHAP yang berbunyi:

Tersangka adalah seorang yang karena perbuatannya atau keadaannya, berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana,” cetusnya.

“Jika setelah diperiksa sebagai saksi terlapor kemudian ditemukan bukti permulaan yang cukup maka berikutnya Penyidik bisa langsung menetapkan sebagai tersangka, menerbitkan surat perintah penangkapan dan melakukan penangkapan. Seseorang bisa ditahan bila diduga melakukan tindak pidana yang ancaman pidananya 5 tahun atau lebih. Diatur dalam Pasal 21 ayat 4 huruf a KUHAP. Syarat ini diatur dalam Pasal 21 ayat (1) KUHAP menyatakan bahwa pejabat yang berwenang menahan dapat menahan tersangka/terdakwa apabila menurut penilaiannya si tersangka/terdakwa di khawatirkan hendak melarikan diri, menghilangkan barang bukti serta dikhawatirkan mengulangi tindak pidana lagi,” kilahnya.

“Apalagi bukti berupa vidio rekam langsung sudah diserahkan, bukankan alat bukti vidio sudah sangat kuat dan jelas memperlihatkan kejadian yang jelas sejelasnya perilaku pengeroyokan tersebut terjadi, ini bukan rekayasa tapi fakta yang tidak bisa dibantah lagi, untuk itu seharusnya para pelaku ini sudah ditahan, tapi faktanya sudah berjalan satu bulan lebih ini para pelaku pengeroyokan belum juga ditahan, ada apa dengan penyidik Polres Luwu?,” tutupnya pada media ini.

“Selamat siang pak. terimakasih sudah menghubungi saya.

perlu di ketahui, LP di maksud sedang dalam proses penyidikan.

barusan kami laks gelar perkara. mungkin dalam waktu dekat akan di update oleh anak buah saya di unit pidana umum terkait perkembangan penyidikanya. jadi mohon bersabar ya pak,” ungkap Kasatreskrim Luwu saat dikonfirmasi lewat chat WhatsApp. (Tim)

Baca Juga:  Grand Launching dan Diskusi Proyek Digelar: Sinergi Penegak Hukum, Akademisi, dan Advokat Bedah KUHP Baru di Banyuwangi

Bagikan Berita Ini
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Apa Reaksi Anda?
Suka0
Galau0
Kocak0
Terkejut0
Emosi0
BERITA SEBELUMNYA IMG 20250120 WA0016 Acara Agenda Rutin Bulanan,Silaturahmi Dengan Teman2 sekerja/ ex Matahari Departement Store,Tunjungan Plasa Surabaya
BERITA BERIKUTNYA IMG 20250120 WA0083 Praktek Jual Beli Sollar Ilegal di Pelabuhan Apbn Tanjung Wangi Diduga Melibatkan 2 Perusahaan.
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan Pilih Rating!

– Supported by-

Berita Populer

IMG 20241215 WA0082
NasionalSerba -serbi
Penyerahan SK DPAC BRNR Korcam Tempeh untuk Program Makan Bergizi Gratis
15 Desember 2024
IMG 20241111 WA0068
NasionalSeputar Desa
Di Hebokan Warga Desa Randuagung Terjadi Fenomena Keajaiban Alam: Pohon Kelapa Berdiri Lagi,Selama 9 Bulan Tumbang
11 November 2024
IMG 20241228 WA0142
Nasional
Ketua DPD LSM Teropong Keadilan dan Hukum Minahasa, Hezky O’Brien Kawengian, Menanggapi Pernyataan Kuasa Hukum Desa Passo
28 Desember 2024
IMG 20241128 WA0091
Politik
Puskaptis Banyuwangi Ucapkan Selamat Atas ‘Kemenangan’ Paslon 02 Ali Makki-Ali Ruchi Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pilihan Rakyat Banyuwangi
28 November 2024
IMG 20240405 WA0005
Nasional
Kelangkaan Gas Elpiji 3 kg Sering terjadi di saat memasuki Hari Raya Iedul Fitri
5 April 2024
IMG 20241222 WA0120
NasionalPemerintahan
BRNR Gelar Sosialisasi(MBG) Makan Bergizi Gratis di 12 Desa
22 Desember 2024
Jasa Website & Artikel SEO
Jasa Website & Artikel SEO

Pendidikan

Semarak HUT ke-81 RI, Keluarga Besar Pendidikan dan Kebudaya Randuagung Gelar Jalan Sehat
31 Agustus 2026
SMA Al Maisyaroh Turunkan Empat Tim Terbaik dalam Lomba PBB dan Gerak Jalan Randuagung
27 Agustus 2026
SDN 01 Randuagung Kerahkan 10 Regu PBB, Siswa Tampil Penuh Semangat
27 Agustus 2026
Bengkel Autopas SMKN Pasirian Jadi Role Model Teaching Factory Otomotif Nasional 
19 Agustus 2026
Semarak HUT RI ke-81, SMPN 6 Jember Gelar Beragam Lomba.
19 Agustus 2026
- Advertisement -

Seputar Desa

IMG 20260830 WA0003
Karnaval HUT ke-81 RI di Desa Tukum Lumajang Meriah, 20 Peserta Tampilkan Ragam Budaya
30 Agustus 2026
IMG 20260823 WA0003
Karnaval Budaya Randuagung Lumajang Meriah, Pedagang Kaki Lima Ketiban Berkah
23 Agustus 2026
IMG 20260823 WA0001
Karnaval HUT RI KE-81 DI Desa Ledok Tempuro, Lumajang Meriah, Tampilan CABE-CABEAN Hibur Warga
23 Agustus 2026
IMG 20260822 WA0169
Semarak HUT ke-81 RI, Desa Tunjung Randuagung, Gelar Karnaval Meriah dengan Ikon Tarian Sang Juru Peradaban
22 Agustus 2026
IMG 20260822 WA01461
Meriahkan HUT ke-81 RI, Desa Gedangmas Gelar Karnaval Budaya Bertema Indonesia Berdaulat,Adil dan Makmur
22 Agustus 2026

Artikel Terkait:

IMG 20260901 WA0283
Nasional

Proyek P3-TGAI Rp190 Juta di Juwana Disorot, Pekerja Sebut Ada Dugaan Campur Tangan Pihak Luar ‎

1 September 2026
IMG 20260901 WA0173
NasionalPemerintahan

Tanam Serentak di Dawuhan Wetan, Bupati Lumajang Dorong Penguatan Lumbung Pangan Daerah

1 September 2026
IMG 20260901 WA0152
Nasional

Tumpeng Raksasa 6 Meter di Kalidilem Diajukan Masuk Rekor MURI

1 September 2026
IMG 20260901 WA0066
NasionalTNI – Polri

Dukung Asta Cita Presiden, Bhabinkamtibmas Polsek Pronojiwo Pantau Kondisi Tanaman Jagung di Lahan Warga

1 September 2026
Jatim Rasio News
  • rasionews25@gmail.com
  • 0853 3069 6503
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Polres Luwu Diduga Lamban Tangani Laporan Penganiayaan, Korban Merasa Tak Diperhatikan
Share

Copyright © 2023 PT. Rafa Canasha Media

Selamat Datang di RasioNews.com!

Masuk ke Akun Anda

Lupa password?