Jatim.Rasionews.com|PROBOLINGGO, – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa sekolah dasar di wilayah Kedopok, Kota Probolinggo, menjadi perhatian publik setelah muncul sejumlah komentar warganet di media sosial TikTok pada Jumat (23/1/2026).
Sejumlah akun menyampaikan keluhan terkait menu MBG yang dibagikan. Salah satu akun dengan nama simbol karakter khusus mempertanyakan tidak lagi adanya susu UHT dalam menu MBG seperti sebelumnya.

Akun lain, miniatur putra Adipura, menuliskan keluhan lebih serius dengan menyebutkan bahwa puding yang dibagikan dalam kondisi basi dan menyebabkan sejumlah siswa mengalami muntah-muntah setelah mengonsumsinya. Namun, komentar tersebut tidak lagi ditemukan di kolom komentar unggahan TikTok tersebut. Belum diketahui apakah komentar itu dihapus oleh pemilik akun atau diprivatisasi oleh pengelola akun.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh akun DAYAT789 yang menuliskan bahwa puding yang dibagikan di salah satu sekolah dasar di wilayah Kedopok berbau tidak sedap.
- Advertisement -
Di sisi lain, tidak semua tanggapan bernada negatif. Akun Putty__.☆🎧☆. justru menyampaikan bahwa menu MBG yang dibagikan di SDN Jrebeng Lor 1 dinilai enak dan disukai oleh para siswa.
Berdasarkan penelusuran wartawan, menu MBG tersebut diproduksi oleh dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 02 Kedopok yang berada di bawah naungan Yayasan Al-Anshor.
Menanggapi informasi yang beredar, Ketua Yayasan Al-Anshor, Anshori, mengatakan pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada kepala sekolah terkait dugaan tersebut. Dari hasil komunikasi sementara, kepala sekolah menyampaikan bahwa tidak ada kejadian siswa muntah-muntah di sekolahnya dan berencana membuat pernyataan resmi.
- Advertisement -
“Kami sudah konfirmasi ke pihak sekolah. Informasinya tidak ada kejadian anak muntah-muntah, dan pihak sekolah akan membuat pernyataan,” ujar Anshori saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, pihak yayasan juga akan menurunkan Kepala SPPG serta ahli gizi ke sekolah-sekolah untuk memastikan langsung kondisi menu MBG yang dipersoalkan.
“Secara fisik, kami belum menemukan bukti adanya anak yang muntah-muntah, kecuali jika ada bukti berupa video. Informasi yang beredar saat ini masih berdasarkan media sosial,” kata dia.
Anshori menegaskan pihaknya tetap bersikap objektif dan terbuka terhadap kritik. Apabila ditemukan adanya kesalahan dalam proses penyajian makanan, ia menyatakan siap bertanggung jawab.
“Jika memang ada kekeliruan dari kami, tentu kami siap bertanggung jawab dan meminta maaf. Tidak ada niat lain, kami menjalankan tugas ini sebagai bentuk tanggung jawab dan ibadah,” ujarnya.
Redaksi.




