Jatim.Rasionews.com|Sidoarjo – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangil, Yanuar Rinaldi, menghadiri kegiatan tausiah Ramadan dan buka puasa bersama jajaran Kepala UPT Pemasyarakatan se-Jawa Timur pada Selasa (10/03). Kegiatan tersebut menjadi momen kebersamaan dalam mempererat silaturahmi antar jajaran pemasyarakatan di wilayah Jawa Timur di bulan suci Ramadan.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono, serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Timur. Dalam sambutannya, Kadiyono menekankan pentingnya menjaga kekompakan, integritas, dan komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang aman serta bersih dari peredaran narkoba.
Selain buka puasa bersama, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan. Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada petugas pemasyarakatan yang telah berkontribusi dalam menjaga lapas dan rutan tetap bersih dari peredaran narkoba, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan integritas yang telah ditunjukkan.
Momentum kebersamaan ini menjadi penguat semangat seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas dan rutan. Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan, sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan kerja dan koordinasi antar UPT Pemasyarakatan di Jawa Timur.
Sebagai penutup rangkaian acara, kegiatan diisi dengan tausiah atau kultum yang disampaikan oleh Ustadz Termino, yang memberikan pesan-pesan keagamaan tentang pentingnya menjaga keikhlasan, integritas, dan kebersamaan dalam menjalankan tugas. Kepala Rutan Bangil, Yanuar Rinaldi, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen jajaran pemasyarakatan. “Melalui kegiatan ini, kami semakin diingatkan untuk terus menjaga integritas dan kebersamaan dalam menjalankan tugas, sekaligus memperkuat komitmen menjaga lapas dan rutan tetap aman serta bersih dari peredaran narkoba,” ujarnya.
- Advertisement -
Pewarta. Andreas




