Jatim.Rasionews.com|Bangorejo – Semangat gotong royong memuncak di tengah rimbunnya hutan Dusun Sumberjambe, Desa Temurejo. Dalam upaya nyata menjaga kelestarian alam dan ketahanan sumber air, Serka Hadi Wiyono, Babinsa Desa Temurejo Koramil 0825/10 Bangorejo, memimpin aksi monitoring penghijauan melalui penanaman 1000 bibit pohon bambu petung pada Selasa, 13 Januari 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar penghijauan biasa. Selain menanam, puluhan warga bersama tokoh masyarakat melakukan aksi “Nguri-Nguri”—sebuah langkah tradisi untuk merawat, menjaga, dan melestarikan kembali Belik Karyo, mata air yang berada di dalam hutan Sumberjambe.
Sinergi Untuk Alam Aksi ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Anggota DPRD Banyuwangi, Bapak Patemo, serta Kepala Desa Temurejo. Turut hadir pula Kepala Dusun Sumberjambe beserta sekitar 30 warga yang antusias membawa bibit dan peralatan tanam ke lokasi.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk komitmen TNI dalam mendukung masyarakat menjaga paru-paru desa. Penanaman bambu petung dipilih karena kemampuannya yang luar biasa dalam mengikat air tanah, sehingga mata air Belik Karyo dapat terus terjaga,” ungkap Serka Hadi Wiyono dalam kegiatannya.
Menghidupkan Kembali ‘Napas’ Dusun Bambu petung dikenal sebagai tanaman penyimpan air yang sangat baik. Dengan penanaman 1000 pohon ini, warga berharap ekosistem hutan kembali pulih. Revitalisasi Belik Karyo juga menjadi simbol kebangkitan kearifan lokal dalam menjaga sumber daya alam.
- Advertisement -
Suasana keakraban sangat terasa saat warga beristirahat sejenak dan makan bersama di tengah hutan, menunjukkan kuatnya solidaritas antara Babinsa, pejabat daerah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan desa.
Aksi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Banyuwangi untuk terus peduli pada pelestarian hutan dan mata air lokal.
Pewarta. Sudirman




