Jatim.Rasionews.com|Kubu Raya, Kalbar –Polda Kalimantan Barat (Kalbar) kini sedang menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan rumah khusus di Padang Tikar 2. Langkah penyelidikan ini diambil setelah adanya laporan dan indikasi penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan proyek tersebut. Salah satu langkah yang diambil oleh pihak kepolisian adalah melalui surat yang dikirimkan oleh Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kalbar kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Kalbar, guna meminta data dan informasi terkait pelaksanaan proyek pembangunan rumah khusus tersebut.06 Maret 2026
Dewan Pengurus Cabang Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (DPC MAUNG) Kubu Raya, yang merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang pengawasan aparatur dan kepentingan negara, memberikan sorotan tajam terhadap kasus ini. Menurut Ketua DPC MAUNG Kubu Raya, kasus dugaan korupsi dalam pembangunan rumah khusus ini disinyalir meresahkan masyarakat, terutama karena proyek tersebut seharusnya menjadi upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hunian yang layak bagi masyarakat. Namun, jika benar terjadi penyimpangan dan korupsi, maka hal ini akan merugikan keuangan negara serta menghambat upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
“Kami sangat prihatin dan kecewa dengan adanya dugaan korupsi dalam proyek pembangunan rumah khusus Padang Tikar 2 ini. Proyek ini seharusnya menjadi harapan bagi masyarakat yang membutuhkan hunian layak, namun justru terindikasi adanya penyimpangan yang merugikan negara dan masyarakat. Kami meminta pihak kepolisian dapat bekerja secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu dalam menyelidiki kasus ini. Jangan sampai ada pihak yang terlibat lolos dari tuntutan hukum. Selain itu, kami juga meminta Dinas Perkim Provinsi Kalbar dapat memberikan data dan informasi yang lengkap dan akurat kepada pihak kepolisian sebagai bentuk tanggung jawab dan kerjasama dalam mengungkap kebenaran. Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan dukungan penuh kepada pihak berwajib untuk menegakkan keadilan.” Ungkap Zulkifkli Ketua DPC MAUNG Kubu Raya kepada Media. Jumat (06/03/26).
Zulkifli juga menambahkan “Kasus ini bukan hanya soal kerugian materiil bagi negara, tetapi juga soal kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Ketika proyek sosial seperti pembangunan rumah khusus tercoreng oleh dugaan korupsi, maka dampaknya sangat besar bagi psikologi masyarakat. Kami berharap kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, terutama bagi instansi pemerintah yang mengelola anggaran negara, agar selalu bekerja dengan integritas dan transparansi. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kesempatan kepada pihak berwajib untuk bekerja mengungkap kebenaran, namun tetap kritis dalam memantau prosesnya.” Sambungnya
MAUNG Kubu Raya juga menekankan pentingnya proses penyelidikan yang transparan dan adil. Mereka berharap pihak kepolisian dapat bekerja dengan sungguh-sungguh untuk mengungkap kebenaran dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan korupsi ini. Selain itu, MÀUNG Kubu Raya juga meminta agar pihak terkait, termasuk Dinas Perkim Provinsi Kalbar, dapat memberikan kerjasama yang penuh kepada pihak kepolisian dalam proses penyelidikan ini.
- Advertisement -
Hingga saat ini, proses penyelidikan terkait dugaan korupsi pembangunan rumah khusus Padang Tikar 2 masih berjalan. Pihak kepolisian terus berupaya mengumpulkan bukti-bukti yang cukup untuk mengungkap kebenaran dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat. MAUNG Kubu Raya akan terus memantau perkembangan kasus ini dan berkomitmen untuk mendukung upaya penegakan hukum yang adil dan transparan. Masyarakat pun diharapkan dapat memberikan dukungan dan kerjasama yang baik kepada pihak berwajib, serta tetap kritis dalam memantau proses penyelidikan ini. Diharapkan, kasus ini dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat, sehingga keadilan dapat ditegakkan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dapat dipulihkan.
Penulis : TIM MAUNG.
Red.




