Polres Lumajang dan Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Kawasan TNBTS
Lumajang,( Jatim Rasionews.com) Kepolisian Resor (Polres) Lumajang Polda Jatim bersama tim gabungan lintas instansi bergerak cepat mengepung dan memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Api dilaporkan mulai membesar di dua wilayah Kecamatan Senduro sejak Selasa (20/10/2026). Untuk mempercepat penanganan, Polres Lumajang Polda Jatim menerjunkan personel Polsek Rayon Barat yang bahu-membahu bersama relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan petugas TNBTS.
Fokus penanganan dipusatkan di Desa Ranupani untuk melokalisir kobaran api, sekaligus memantau pergerakan titik api di Desa Argosari, Kecamatan Senduro.
Perjuangan tim gabungan di lapangan tidaklah mudah. Hingga Selasa malam pukul 18.30 WIB, kobaran api masih terpantau meluas di dua blok, yakni Blok Bantengan dan Blok Jaran Mati, Desa Ranupani.
Di lokasi tersebut, petugas mengerahkan satu unit mobil pemadam kebakaran serta peralatan manual. Pembasahan vegetasi yang mengering akibat kemarau panjang terus dilakukan untuk mencegah api merembet lebih luas.
Tantangan lebih berat harus dihadapi personel saat memantau dua titik api di Blok Pusung Buntung dan Pusung Tengah, Dusun Gedok, Desa Argosari. Letak api berada di lereng dan tebing curam yang sulit dijangkau kendaraan maupun peralatan.
Karena medan yang ekstrem dan kondisi yang mulai gelap, petugas terpaksa menghentikan sementara operasi pembasahan pada malam hari dan akan melanjutkannya kembali pada Rabu (21/10/2026) pagi.
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, melalui Kasubsi PIDM Sihumas Polres Lumajang Ipda Suprapto, menegaskan bahwa jajarannya berkomitmen penuh dalam penanganan bencana karhutla ini.
Koordinasi intensif lintas instansi terus dilakukan untuk menembus lokasi yang membutuhkan penanganan khusus.
“Petugas gabungan telah berjibaku melakukan pemadaman di wilayah Ranupani. Sementara di Argosari, lokasi dua titik api kecil berada di medan yang sangat curam sehingga belum dapat dijangkau. Namun, pemantauan dan kesiapsiagaan personel tetap kami maksimalkan,” ujar Ipda Suprapto
Ia menjelaskan, personel tetap disiagakan di sekitar lokasi untuk melakukan penyisiran dan mengantisipasi munculnya titik api baru akibat angin kencang dan vegetasi kering.
Kebakaran di musim kemarau berkepanjangan ini dilaporkan telah menghanguskan berbagai vegetasi khas TNBTS. Di antaranya pohon edelweis, cemara gunung, rumput genggeng, hingga alang-alang dan semak belukar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Balai Besar TNBTS masih melakukan pendataan dan menghitung total luas lahan yang terdampak kebakaran.
Sementara itu, Polres Lumajang Polda Jatim bersama tim gabungan terus melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang menyala.
Menyikapi situasi ini, Polres Lumajang Polda Jatim mengimbau dengan keras kepada seluruh masyarakat dan wisatawan di sekitar kawasan hutan TNBTS untuk lebih menjaga lingkungan.
Warga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah atau lahan, maupun menyalakan api tanpa pengawasan di kawasan hutan.
“Peran serta masyarakat sangat penting. Kami harap wisatawan dan warga sekitar hutan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api,” pungkas Ipda Suprapto.**(Kib)




