Wushu Lumajang Bawa Pulang 9 Medali Dari KEJURPROV JATIM 2026, Tatap PORPROV 2027 Dengan Optimis
KEDIRI,(Jatim Rasionews.com) Kontingen Wushu Kabupaten Lumajang kembali menunjukkan eksistensinya di kancah olahraga bela diri tingkat Jawa Timur.
Berlaga dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Wushu Jawa Timur Tahun 2026 yang berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 di GOR Jayabaya, Kota Kediri, para atlet Wushu Lumajang sukses membawa pulang 9 medali, terdiri atas 2 medali emas, 5 medali perak, dan 2 medali perunggu.
Capaian tersebut menjadi hasil yang cukup membanggakan. Dari 14 atlet yang diberangkatkan Pengurus Kabupaten (Pengkab) Wushu Indonesia Lumajang, sebanyak 9 atlet berhasil naik podium, sementara 5 atlet lainnya belum berhasil meraih medali.
Menariknya, prestasi tersebut diraih oleh kontingen yang justru didominasi atlet-atlet pemula. Bahkan, beberapa di antaranya baru pertama kali merasakan atmosfer pertandingan resmi cabang olahraga Wushu Sanda di tingkat provinsi.
Ketua Umum Pengkab Wushu Indonesia Lumajang, Drs. Rasmin, mengaku cukup puas dengan hasil yang ditorehkan anak asuhnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa proses pembinaan atlet Wushu di Kabupaten Lumajang mulai menunjukkan hasil positif.
“Kami datang ke Kediri bukan sekadar untuk berpartisipasi atau meramaikan kejuaraan. Kami ingin memberikan kesempatan bertanding sekaligus mengukur kemampuan atlet-atlet kami. Alhamdulillah, dari 14 atlet yang diberangkatkan, 9 di antaranya berhasil membawa pulang medali. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri, terlebih sebagian besar merupakan atlet pemula,” ungkap Rasmin.
Meski demikian, Rasmin menegaskan bahwa capaian tersebut tidak lantas membuat jajarannya berpuas diri. Menurutnya, setiap pertandingan selalu menyisakan catatan penting yang harus dijadikan bahan evaluasi, baik menyangkut kemampuan teknik, fisik, mental bertanding, maupun strategi menghadapi lawan.
“Kami tentu bersyukur dengan hasil ini. Namun, kami juga harus objektif melihat berbagai kekurangan yang masih ada. Evaluasi secara menyeluruh akan kami lakukan bersama jajaran pelatih agar kualitas dan daya saing atlet terus meningkat,” tambahnya.
Prestasi Bukan Hasil Kerja Instan
Lebih lanjut, Rasmin menekankan bahwa keberhasilan kontingen Wushu Lumajang bukanlah sesuatu yang diperoleh secara instan. Di balik medali yang berhasil diraih, terdapat proses panjang, kedisiplinan latihan, pengorbanan waktu, serta kerja sama berbagai pihak yang selama ini mendukung pembinaan atlet.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus, tim pelatih, atlet, lembaga pendidikan, serta para orang tua yang telah memberikan dukungan luar biasa.
“Medali ini bukan semata-mata keberhasilan atlet yang bertanding di arena, tetapi merupakan buah dari kerja kolektif. Ada kepengurusan yang solid, pelatih yang tekun membina, program latihan yang berjalan baik, dukungan sekolah dan perguruan tinggi tempat atlet menempuh pendidikan, serta doa dan pengorbanan para orang tua. Semuanya memiliki kontribusi yang sangat berarti,” jelasnya.
Menurut Rasmin, dukungan keluarga dan lembaga pendidikan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pembinaan, mengingat sebagian besar atlet Wushu Lumajang masih berstatus pelajar dan mahasiswa.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga semakin banyak atlet muda Lumajang yang memiliki kesempatan mengembangkan potensi sekaligus mengharumkan nama daerah melalui prestasi olahraga.
Bidik Prestasi Lebih Tinggi di Porprov Jatim 2027
Hasil Kejurprov Wushu Jawa Timur 2026 ini sekaligus menjadi modal penting bagi Pengkab Wushu Indonesia Lumajang dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X Tahun 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Surabaya.
Rasmin menyebut, Kejurprov kali ini telah memberikan gambaran awal mengenai peta kekuatan atlet, tingkat kesiapan, serta aspek-aspek yang perlu mendapatkan perhatian lebih serius dalam program pembinaan ke depan.
“Kejurprov ini menjadi salah satu tolok ukur kami untuk menatap Porprov Jatim 2027. Masih ada waktu untuk melakukan pembenahan, meningkatkan intensitas latihan, memperbanyak pengalaman bertanding, dan mematangkan kesiapan atlet. Kami ingin datang ke Porprov nanti dengan persiapan yang jauh lebih baik,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa pembinaan tidak boleh hanya berorientasi pada hasil sesaat, melainkan harus diarahkan pada proses regenerasi atlet yang berkesinambungan.
Bagi Rasmin, keberanian para atlet pemula untuk tampil di arena pertandingan tingkat provinsi merupakan investasi penting bagi masa depan Wushu Lumajang.
“Yang meraih medali tentu patut kita apresiasi, tetapi yang belum berhasil pun tidak boleh berkecil hati. Mereka telah mendapatkan pengalaman berharga yang tidak bisa diperoleh hanya dari latihan. Menang adalah prestasi, tetapi keberanian bertanding, semangat belajar, dan kemauan untuk terus berkembang merupakan modal untuk menjadi juara di masa depan,” tuturnya.
Dengan semangat kebersamaan dan hasil positif yang diraih di Kediri, Pengkab Wushu Indonesia Lumajang optimistis dapat terus meningkatkan prestasi sekaligus mempersiapkan kontingen yang lebih tangguh dan kompetitif pada Porprov Jawa Timur 2027.
Sembilan medali dari Kediri bukanlah akhir perjalanan, melainkan pijakan awal untuk menatap prestasi yang lebih tinggi.
Wushu Lumajang, terus berproses, terus berprestasi!
(Kib)




