Pengukuran Lahan HGU PT Kalijeruk Baru Berlanjut, Polres Lumajang Pastikan Situasi Kondusif
Lumajang, (Jatim Rasionews.com) Kegiatan lanjutan pengukuran lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Kalijeruk Baru oleh massa yang tergabung dalam Kelompok Petani Kalijeruk Gunung Lemongan (KPK GL) dan Serikat Tani Lumajang (STL) di wilayah Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, berlangsung aman dan kondusif.
Kegiatan yang memasuki hari ke-2 tersebut dilaksanakan pada Rabu (21/10/2026) pagi, mulai pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB, dengan pengamanan dan pemantauan dari personel Polsek Randuagung.
Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan pengukuran merupakan bagian dari penyampaian aspirasi terkait persoalan agraria yang masih dalam proses.
“Betul, hari ini ada kegiatan lanjutan pengukuran lahan HGU PT Kalijeruk Baru yang dilakukan oleh rekan-rekan dari KPK GL dan STL. Jumlah massa sekitar 100 orang. Kami dari Polres Lumajang melalui Polsek Randuagung melakukan pemantauan dan patroli untuk memastikan kegiatan berjalan tertib, aman dan tidak mengganggu kamtibmas,” ujar Ipda Suprapto
Ipda Suprapto menjelaskan, dari rencana pengukuran di tiga lokasi, yang terealisasi ada di dua titik.
“Titik pertama di Blok Sumber Lancing, Dusun Daring, Desa Salak, dengan massa sekitar 50 orang warga Desa Salak. Titik kedua di Blok Besaran, Dusun Tanah Anyar, Desa Ranulogong, dengan massa sekitar 50 orang gabungan dari Desa Ranulogong, Ledoktempuro, Kalipenggung dan Sumberwringin,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan berkumpulnya massa di masing-masing titik. Pukul 08.00 WIB pengukuran dimulai di Blok Sumber Lancing, kemudian pada pukul 08.40 WIB bergeser ke Blok Besaran. Sekitar pukul 09.00 WIB kegiatan selesai dan massa membubarkan diri dengan tertib.
Metode pengukuran dilakukan secara swadaya dengan menancapkan kayu yang ujungnya diberi tanda cat warna merah sebagai penanda titik.
“Dari 100 orang yang hadir, sekitar 50 orang terlibat langsung dalam pengukuran, sisanya memantau dan menyaksikan. Sampai kegiatan selesai, situasi terpantau aman dan kondusif, tidak ada gesekan antara warga dengan pihak perusahaan,” tambah Ipda Suprapto.
Adapun korlap aksi yang terdata dalam kegiatan tersebut yakni Sdr. Munif warga Sumberwringin Klakah, Sdr. Sucipto alias Cip warga Ledoktempuro, Sdr. Iyon warga Buwek, dan Sdr. Mustofa warga Dusun Sumbertumpuk Desa Kalipenggung.
Terkait potensi keberlanjutan aksi, Ipda Suprapto mengungkapkan pihak kepolisian terus melakukan monitoring dan pulbaket. Dari informasi yang dihimpun, kegiatan pengukuran diperkirakan masih akan berlanjut. Bahkan ada arahan agar warga yang hadir besok membawa meteran masing-masing.
“Kami masih terus melakukan deteksi dini. Informasi terakhir ada pertemuan lanjutan di rumah salah satu warga, dengan arahan dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA). Namun kepastiannya masih menunggu perkembangan,” ungkapnya.
Polres Lumajang, lanjut Ipda Suprapto, mengedepankan langkah preventif dan dialogis untuk mencegah konflik agraria meluas.
“Kami mengimbau kepada kedua belah pihak, baik rekan-rekan KPK GL/STL maupun pihak PT Kalijeruk Baru, untuk sama-sama menahan diri, tidak melakukan tindakan sepihak, dan mengedepankan penyelesaian melalui dialog. Kami juga mendorong Pemkab Lumajang dan BPN Lumajang untuk memfasilitasi mediasi secara objektif sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Pihaknya memastikan, jajaran Bagops, Satintelkam, Satreskrim dan Satbinmas bersama Polsek Randuagung akan terus bersinergi melakukan pembinaan, penggalangan kepada tokoh masyarakat dan koordinator aksi, serta menyiapkan pengamanan secara proporsional apabila ada kegiatan lanjutan.
“Kami berharap semua pihak tetap menjaga ketertiban, tidak anarkis, dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum. Tujuan kita sama, situasi kamtibmas di Lumajang tetap kondusif,” pungkas Ipda Suprapto.**(Kib)




