Anang Akhmad Syaifuddin, Santri Garda Depan Kemerdekaan, Patuh Kyai Kunci Bangun Bangsa
Lumajang, (Jatim Rasionews.com) Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 menjadi momentum untuk mengenang jasa para santri dan ulama dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia sekaligus meneguhkan peran mereka dalam membangun bangsa.
Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lumajang yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Anang Akhmad Syaifuddin, menegaskan bahwa santri telah memberikan kontribusi besar bagi bangsa sejak sebelum kemerdekaan.
Saat dikonfirmasi dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, politisi PKB dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur V yang meliputi Kabupaten Jember dan Lumajang itu menyampaikan bahwa santri turut menjadi garda terdepan dalam perjuangan melawan penjajahan.
“Sejak sebelum kemerdekaan, santri sudah berkontribusi untuk bangsa. Bahkan, mereka menjadi garda terdepan dalam merebut kemerdekaan. Dalam Pertempuran Surabaya dan berbagai perlawanan fisik di seluruh Nusantara, santri terlibat aktif,” ujar Anang.
Menurutnya, peran ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan tidak dapat dipisahkan dari lahirnya Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Seruan tersebut menjadi pemantik semangat perjuangan umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Anang menyebut Resolusi Jihad sebagai mantra sakti yang mengobarkan keberanian para santri, kyai, dan masyarakat untuk melawan penjajahan serta menjaga kedaulatan bangsa.
“Seruan Resolusi Jihad adalah mantra sakti dalam perjuangan mewujudkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” tegasnya.Rabu(21/10/2026)
Ia menambahkan, semangat perjuangan santri harus terus dilanjutkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika dahulu santri berjuang melalui perlawanan fisik, kini perjuangan dapat diwujudkan melalui pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, penguatan akhlak, serta partisipasi aktif dalam pembangunan.
Anang juga menekankan pentingnya menjaga tradisi pesantren, terutama menghormati dan mematuhi nasihat kyai sebagai bagian dari pembentukan karakter santri.
“Ke depan, dalam membangun bangsa dan negara, patuh kepada kyai adalah syarat utama,” ungkapnya.
Ia berharap, peringatan Hari Santri Nasional 2026 tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi generasi muda untuk meneruskan perjuangan para ulama dan santri.
Menurutnya, santri harus mampu menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, menjaga persatuan, serta memiliki kepedulian terhadap kemajuan bangsa.
Dengan semangat Resolusi Jihad dan keteladanan para kiai, santri diharapkan terus mengambil peran strategis dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus berkontribusi nyata bagi masa depan Indonesia.***(Kib)




