Bupati Lumajang Dorong Tambah ATM dan Money Changer di Tumpak Sewu Demi Kenyamanan Wisatawan
Lumajang, (Jatim Rasionews.com) Kemudahan akses keuangan kini menjadi kunci utama untuk menggerakkan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas layanan pariwisata.
Hal inilah yang menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lumajang, khususnya untuk kawasan wisata unggulan Pronojiwo.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati yang akrab disapa Bunda Indah, secara khusus mendorong penambahan layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan layanan penukaran valuta asing (money changer) di kawasan Air Terjun Tumpak Sewu.
Destinasi yang mendunia ini setiap hari dikunjungi ratusan wisatawan domestik dan mancanegara, namun masih minim fasilitas transaksi keuangan.
Desakan tersebut disampaikan Bunda Indah saat menjadi pembicara kunci dalam forum Bankers Lunch – High Level Strategic Dialogue yang digelar di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember, Senin (19/10/2026).
Mengusung tema “Sinergi Perbankan dan Pemerintah Daerah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Lumajang” dengan semangat From Banking Contribution to Regional Impact, forum ini menjadi wadah strategis menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kekuatan sektor perbankan.
“Potensi Lumajang sangat besar, tapi butuh dukungan konkret. Salah satunya yang paling mendesak adalah kemudahan transaksi di kawasan wisata. Wisatawan asing sering kesulitan tarik tunai dan tukar uang di Pronojiwo, khususnya Tumpak Sewu,” ujar Bunda Indah di hadapan pimpinan perbankan.
Menurutnya, kehadiran ATM dan money changer bukan sekadar soal transaksi, tapi soal citra pariwisata. Ketika wisatawan nyaman bertransaksi, lama tinggal mereka akan bertambah, belanja meningkat, dan pada akhirnya ekonomi pelaku usaha lokal ikut terangkat.
Dalam forum itu, Bunda Indah juga memaparkan peta jalan pembangunan dan potensi ekonomi unggulan Lumajang yang sangat potensial untuk dikolaborasikan dengan perbankan, mulai dari pertanian, pariwisata, hingga UMKM.
Gayung pun bersambut. Sebagai tindak lanjut dialog tersebut, sejumlah bank yang memiliki jaringan kantor di Kabupaten Lumajang menyatakan komitmennya untuk mendukung penambahan titik layanan ATM dan money changer di kawasan wisata.
Langkah ini dinilai sebagai awal yang baik untuk memperkuat ekosistem keuangan di wilayah-wilayah potensial.
Tak hanya berhenti di layanan transaksi, Pemkab Lumajang berharap sinergi ini meluas lebih jauh. Bunda Indah mendorong agar perbankan juga memperluas pembiayaan ke sektor produktif dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama pertumbuhan ekonomi.
“Harapan kami, kontribusi perbankan tidak hanya dirasakan di transaksi, tapi benar-benar memberi dampak regional. Pariwisata maju, UMKM tumbuh, kesejahteraan masyarakat meningkat,” tegasnya.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan sektor perbankan, Lumajang optimistis mampu mengubah potensi menjadi kesejahteraan nyata bagi masyarakat.***(Kib)




