Diskominfo Lumajang Gandeng Fasilkom UNEJ, Website Desa Didorong Jadi Pusat Layanan Informasi Warga
Lumajang,( Jatim Rasionews.com) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lumajang kerja sama strategis dengan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Jember (Fasilkom UNEJ) untuk memperkuat pengembangan website desa sebagai pusat informasi publik dan layanan digital bagi masyarakat.
Kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan resmi yang dipimpin Kepala Diskominfo Kabupaten Lumajang, Mustaqim, di CCRoom Pemkab Lumajang, Kamis (15/10/2026).
Kolaborasi ini untuk mendorong website desa agar tidak sekadar menjadi halaman di internet, tetapi berkembang menjadi sarana penyampaian informasi pemerintahan dan pelayanan publik yang aktif, terstruktur, serta mudah diakses masyarakat.
Kepala Diskominfo Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menegaskan bahwa keberadaan website desa harus diimbangi dengan pengelolaan informasi yang baik dan berkelanjutan.
“Keberadaan website tidak cukup hanya ditandai dengan sudah punya domain atau sudah online. Yang terpenting adalah informasinya disusun teratur, diperbarui sesuai kebutuhan, dan mudah ditemukan oleh warga,” ujar Mustaqim.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan akses informasi yang cepat dan jelas, mulai dari program pemerintah desa, kegiatan pembangunan, hingga berbagai layanan administrasi.
Website desa dapat menjadi salah satu kanal untuk memenuhi kebutuhan tersebut apabila dikelola secara optimal.
Dengan demikian, masyarakat memiliki alternatif untuk memperoleh informasi umum secara digital tanpa harus selalu datang ke kantor desa.
Mustaqim menjelaskan, pengembangan website desa ke depan perlu memperhatikan sejumlah aspek penting, meliputi kemudahan pengelolaan oleh admin desa, integrasi dengan sistem pemerintahan lainnya, serta penguatan keterbukaan informasi publik.
Selain itu, keamanan sistem dan keberlanjutan pemanfaatan teknologi juga menjadi perhatian agar website dapat digunakan secara konsisten dalam mendukung pelayanan informasi kepada masyarakat.
“Pengembangan website desa perlu diarahkan tidak hanya pada kelengkapan informasi, tetapi juga keamanan sistem, kemudahan pengelolaan, dan keberlanjutan pemanfaatannya. Karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu peluang untuk memperkuat kapasitas pengembangan teknologi informasi di lingkungan pemerintah daerah,” jelasnya.
Diskominfo Lumajang juga memetakan kebutuhan integrasi website desa dengan sistem Satu Data dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID).
Integrasi tersebut diharapkan dapat membuat pengelolaan informasi digital desa lebih terarah, valid, dan tidak tumpang tindih.
Dengan sistem yang saling terhubung, informasi yang disampaikan kepada masyarakat diharapkan memiliki sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Lebih lanjut, Mustaqim menekankan bahwa keberhasilan pengembangan website desa tidak hanya diukur dari tampilan maupun kelengkapan fitur, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Bagi masyarakat, yang diharapkan bukan hanya pembaruan tampilan website. Hal yang lebih penting adalah tersedianya informasi yang dibutuhkan, mudah dipahami, dan dapat diakses melalui kanal yang jelas,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pengelolaan informasi yang tertata juga memberikan manfaat bagi pemerintah desa, khususnya dalam menyampaikan program, kegiatan, dan pelayanan kepada warga secara lebih konsisten.
Karena itu, setiap informasi yang dipublikasikan perlu memperhatikan ketepatan isi, kejelasan sumber, serta kebutuhan masyarakat sebagai penerima informasi.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas komunikasi antara pemerintah desa dan warga sekaligus memperkuat transparansi penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa.
Sebagai tindak lanjut penjajakan dengan Fasilkom UNEJ, Diskominfo Kabupaten Lumajang akan menyiapkan dokumen proses bisnis pengembangan website desa.
Dokumen tersebut akan memuat pemetaan kebutuhan fitur, alur pengelolaan informasi mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, serta skema integrasi dengan berbagai sistem digital pemerintahan lainnya.
Penyusunan dokumen proses bisnis menjadi tahapan penting sebelum pembahasan teknis dan persiapan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemerintah Kabupaten Lumajang dan Fasilkom UNEJ dilakukan.
Melalui kolaborasi tersebut, Diskominfo Lumajang berharap pengembangan website desa dapat berjalan lebih terencana, sesuai kebutuhan pemerintah desa, serta mampu menjawab tuntutan pelayanan informasi masyarakat yang semakin berkembang.
Dengan pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan, website desa diharapkan menjadi kanal informasi publik yang benar-benar bermanfaat bagi warga, bukan sekadar formalitas digital pemerintahan.***(Kib)




