Pasien Bronkitis di RSUD Lumajang Lebih Rendah di Awal Oktober, Total 93 Kasus
Lumajang, (Jatim Rasionews.com ) Jumlah pasien rawat inap dengan diagnosis bronkitis dan pneumonia di RSUD dr. Haryoto Lumajang pada paruh pertama Oktober 2026 tercatat sebanyak 147 orang.
Data tersebut disampaikan Kepala Bidang Medis RSUD dr. Haryoto Lumajang, dr. Yanna Susanti, Sp.KFR, AIFO-K. Ia menyebut, per 1 hingga 15 Oktober 2026, rumah sakit mencatat 93 pasien bronkitis dan 54 pasien pneumonia yang menjalani rawat inap.
“Untuk Oktober, mulai tanggal 1 sampai 15, tercatat 93 pasien bronkitis dan 54 pasien pneumonia,” kata dr. Yanna saat diwawancara pada Kamis (15/10/2026).
Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jumlah pasien pada periode tersebut menunjukkan penurunan secara total. Pada September 2026, total pasien bronkitis akut dan pneumonia mencapai 347 orang, dengan rincian 296 pasien bronkitis akut dan 51 pasien pneumonia.
“Pada Agustus, jumlah pasien bronkitis akut sebanyak 29 orang, sedangkan pneumonia 33 orang. Kemudian pada September, bronkitis akut tercatat 296 pasien dan pneumonia sebanyak 51 pasien,” jelasnya.
Sementara pada Agustus 2026, jumlah pasien dengan kedua diagnosis tersebut tercatat sebanyak 62 orang, terdiri atas 29 pasien bronkitis akut dan 33 pasien pneumonia.
Dari data tersebut, jumlah pasien bronkitis hingga pertengahan Oktober sebanyak 93 orang, lebih rendah dibandingkan total 296 pasien sepanjang September. Sedangkan untuk pneumonia, jumlah 54 pasien pada 1-15 Oktober sedikit melampaui total 51 pasien selama September.
Secara gabungan, total 147 pasien pada paruh pertama Oktober masih lebih rendah dibanding total 347 pasien pada September.
Namun, dr. Yanna menegaskan bahwa data Oktober masih bersifat sementara dan belum bisa dijadikan kesimpulan tren penurunan bulanan.
“Data Oktober ini masih sampai tanggal 15. Jadi, jumlah tersebut merupakan data sementara untuk pertengahan bulan,” ujar dr. Yanna.
Ia menambahkan, perbandingan tersebut perlu mempertimbangkan perbedaan durasi pencatatan, di mana data September mencakup satu bulan penuh, sedangkan data Oktober baru mencakup 15 hari. Perkembangan hingga akhir Oktober diperlukan untuk melihat tren secara lebih utuh.
Pihak rumah sakit mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kesehatan saluran pernapasan dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala berat seperti sesak napas, demam tinggi, atau kondisi yang semakin memburuk.**(Kib)




