Lomba Bitek Ranu Klakah Kembali Digelar, Angkat Wisata dan Perkuat Ekonomi Warga
Lumajang , Jatim Rasionews.com | Lomba bitek atau balap perahu bambu tradisional di kawasan wisata Ranu Klakah, Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, kembali hari Sabtu-Minggu digelar pada 1–2 Agustus 2026.
Kegiatan tahunan tersebut menjadi salah satu upaya mempromosikan potensi wisata sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM.
Kepala Desa Tegalrandu, Sadi, mengatakan lomba bidek merupakan agenda rutin yang melibatkan perwakilan warga dari setiap RT. Setiap RT diwajibkan mengirimkan satu tim yang terdiri atas dua orang peserta.
“Setiap RT mengirimkan satu tim yang terdiri dari dua orang. Satu orang mengayuh bidek menuju garis finis, kemudian mengambil bendera dan kembali lagi sesuai aturan yang sudah diarahkan oleh Dinas Pariwisata,” ujar Sadi.Rabu (29/7/2026)
Ia menjelaskan, Desa Tegalrandu memiliki 26 RT sehingga terdapat sedikitnya 26 tim yang menjadi peserta perwakilan desa. Meski demikian, tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing RT sehingga tidak seluruhnya selalu dapat berpartisipasi.
- Advertisement -
Terkait pendanaan, Sadi menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan didukung oleh sponsor dan Dinas Pariwisata. Pemerintah desa hanya memberikan dukungan dalam skala terbatas.
“Anggaran kegiatan berasal dari sponsor dan dukungan Dinas Pariwisata. Dari desa ada sedikit dukungan,” jelasnya.
Menurut Sadi, lomba bitek bermula dari gagasan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang ingin menghadirkan atraksi khas Ranu Klakah. Seiring waktu, kegiatan tersebut berkembang menjadi agenda tahunan yang selalu dinantikan masyarakat.
- Advertisement -
Selain perlombaan, panitia juga menyediakan area bagi pelaku UMKM untuk membuka lapak di sekitar lokasi wisata. Kehadiran para pedagang diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi selama pelaksanaan kegiatan.
Sementara itu, peserta umum dikenakan biaya pendaftaran sebesar Rp10.000 per bitek, sedangkan peserta yang merupakan perwakilan resmi RT tidak dipungut biaya.
“Juara pertama rencananya mendapatkan hadiah kambing. Kalau peserta umum dikenakan biaya pendaftaran Rp10.000 per bidek, sedangkan perwakilan RT gratis,” katanya.
Dari sisi keselamatan, Sadi memastikan lomba selama ini berlangsung aman tanpa insiden kecelakaan. Hal itu karena sebagian besar peserta merupakan warga sekitar yang telah terbiasa mengoperasikan bitek di Ranu Klakah. Pada pelaksanaan tahun ini, panitia juga menyiapkan pelampung bagi seluruh peserta sebagai langkah antisipasi.
(Rokib)




