Aktivitas Semeru Masih Siaga, BPBD Lumajang Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Jatim Rasionews.com Lumajang | Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang masih berstatus Level III atau Siaga. Berdasarkan laporan aktivitas gunung api periode pengamatan Jumat (1/5/2026) pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, tercatat sebanyak 16 kali letusan dan satu kali hembusan.
Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan kondisi cuaca di sekitar Gunung Semeru terpantau berawan, mendung, dan hujan.
Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut dengan suhu udara berkisar 21 hingga 24 derajat Celsius. Curah hujan tercatat mencapai 7,4 mm per hari.
Secara visual, gunung tertutup kabut 0-II hingga 0-III sehingga asap kawah tidak dapat diamati. Aktivitas kegempaan didominasi letusan dengan amplitudo 12 hingga 22 mm dan durasi 78 sampai 110 detik. Selain itu juga tercatat satu kali hembusan dengan amplitudo 5 mm selama 50 detik.
Kepala BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan bersama petugas Pos Pengamatan Gunung Api Semeru guna mengantisipasi potensi peningkatan aktivitas vulkanik.
- Advertisement -
“Kondisi Gunung Semeru saat ini masih pada Level III atau Siaga. Kami meminta masyarakat tetap tenang, namun harus meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan PVMBG,” ujar Isnugroho.
Ia menegaskan masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
- Advertisement -
“Curah hujan di kawasan Semeru masih terjadi, sehingga potensi lahar hujan tetap harus diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Semeru,” katanya.
Menurut Isnugroho, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.
(Kib)




