Masuk
Jatim Rasio NewsJatim Rasio NewsJatim Rasio News
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Lebih
    • Yudikatif
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Reading: Lebaran Ketupat, Tradisi Syawal Sarat Filosofi Kehidupan dan Makna Saling Memaafkan
Share
Jatim Rasio NewsJatim Rasio News
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • Yudikatif
  • TNI – Polri
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
Search
  • Home
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Lebih
    • Yudikatif
    • Bisnis
    • Teknologi
    • Hukum
    • Entertainment
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Edukasi
    • Seputar Desa
    • Advertorial
    • E-Paper
Sudah punya akun? Masuk
Follow US
- Advertisement -
- Advertisement -
Jatim Rasio News > Berita > Nasional > Lebaran Ketupat, Tradisi Syawal Sarat Filosofi Kehidupan dan Makna Saling Memaafkan
Nasional

Lebaran Ketupat, Tradisi Syawal Sarat Filosofi Kehidupan dan Makna Saling Memaafkan

Terakhir diperbarui: 28 Maret 2026 07:53
Reporter Jatim Rasionews Diposting 28 Maret 2026
Share
IMG 20260328 WA0049
SHARE

Lebaran Ketupat, Tradisi Syawal Sarat Filosofi Kehidupan dan Makna Saling Memaafkan

Jatim Rasionews, Lumajang – Di tengah suasana bulan Syawal yang masih kental dengan nuansa kebersamaan dan silaturahmi, masyarakat Jawa tetap menjaga salah satu tradisi turun-temurun yang penuh makna, yakni Lebaran Ketupat. Tradisi yang digelar pada hari ketujuh setelah Hari Raya Idulfitri ini hingga kini masih terus dilestarikan, terutama di wilayah pedesaan.Sabtu (28/3/2026)

Lebaran Ketupat bukan hanya menjadi momen untuk berkumpul bersama keluarga, kerabat, dan tetangga, tetapi juga mengandung nilai spiritual dan filosofi kehidupan yang begitu dalam. Dalam perayaan ini, masyarakat biasanya menyajikan berbagai hidangan khas seperti ketupat, lontong, dan lepet, yang masing-masing memiliki simbol dan makna tersendiri.

Bagi masyarakat Jawa, ketupat bukan sekadar makanan khas Lebaran. Ketupat diyakini berasal dari istilah “ngaku lepat”, yang berarti mengakui kesalahan. Makna ini menjadi pesan penting bahwa setelah menjalani Ramadan dan merayakan Idulfitri, setiap manusia diajak untuk saling memaafkan, membersihkan hati, dan memperbaiki diri.

Anyaman janur yang membungkus ketupat dimaknai sebagai gambaran rumitnya kesalahan dan perjalanan hidup manusia yang penuh lika-liku. Sementara isi beras putih di dalamnya melambangkan kesucian hati yang kembali bersih setelah adanya permintaan maaf dan saling memaafkan.

Sesepuh adat setempat, Mbah Condro Sasongko, mengatakan bahwa tradisi kupatan memiliki pesan moral yang sangat kuat dan patut terus diwariskan kepada generasi muda.

“Ketupat itu bukan hanya makanan, tapi pengingat bagi manusia untuk selalu ‘ngaku lepat’, mengakui kesalahan dan memperbaiki diri. Anyaman janur itu ibarat jalan hidup manusia yang penuh lika-liku, tapi di dalamnya ada kesucian hati yang harus kita jaga,” ujarnya.

Selain ketupat, hidangan lontong juga memiliki filosofi yang tidak kalah penting. Lontong dimaknai sebagai simbol kelurusan niat, kesederhanaan, dan kejujuran. Bentuknya yang padat menggambarkan harapan agar setiap orang mampu menjalani hidup dengan hati yang lurus dan niat yang bersih.

Baca Juga:  Pencurian Motor Saat Subuh di Klakah, Pelaku Bobol Rumah Lewat Jendela

Sementara itu, lepet yang berbahan dasar ketan dan memiliki tekstur lengket menjadi lambang eratnya persaudaraan dan kuatnya ikatan silaturahmi antar sesama. Tekstur lengket pada lepet melambangkan hubungan sosial yang harus terus dijaga agar tetap erat, harmonis, dan tidak mudah renggang.

Menurut Mbah Condro, tradisi kupatan sejatinya mengajarkan bahwa kebersamaan dan kerendahan hati merupakan bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.

“Melalui kupatan, kita diajak untuk saling berbagi, mempererat silaturahmi, dan tidak lupa bahwa manusia tidak pernah lepas dari kesalahan. Maka dari itu, tradisi ini harus terus dilestarikan,” tambahnya.

Hingga kini, Lebaran Ketupat tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Jawa. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, tradisi ini masih bertahan karena mengandung nilai luhur yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Lebaran Ketupat tidak hanya menjadi warisan leluhur yang dijaga keberlangsungannya, tetapi juga menjadi pengingat bahwa nilai saling memaafkan, kebersamaan, kejujuran, dan persaudaraan harus terus hidup dalam kehidupan sosial masyarakat.

Dengan tetap lestarinya tradisi ini, masyarakat berharap filosofi yang terkandung dalam ketupat, lontong, dan lepet tidak hanya dipahami sebagai simbol budaya, tetapi juga benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

(Kib)

Bagikan Berita Ini
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Apa Reaksi Anda?
Suka0
Galau0
Kocak0
Terkejut0
Emosi0
BERITA SEBELUMNYA IMG 20260327 WA0020 Satlantas Polres Lumajang Intensifkan Patroli Trouble Spot, Pastikan Arus Mudik Lebaran Aman dan Lancar
BERITA BERIKUTNYA IMG 20260328 WA0059 Parkir Berlangganan di Lumajang Dipastikan Tetap Gratis di Lapangan, Dishub Minta Warga Laporkan Jika Ada Pungutan
Tinggalkan Ulasan

Tinggalkan Ulasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Silakan Pilih Rating!

Berita Populer

IMG 20241215 WA0082
NasionalSerba -serbi
Penyerahan SK DPAC BRNR Korcam Tempeh untuk Program Makan Bergizi Gratis
15 Desember 2024
IMG 20241111 WA0068
NasionalSeputar Desa
Di Hebokan Warga Desa Randuagung Terjadi Fenomena Keajaiban Alam: Pohon Kelapa Berdiri Lagi,Selama 9 Bulan Tumbang
11 November 2024
IMG 20241228 WA0142
Nasional
Ketua DPD LSM Teropong Keadilan dan Hukum Minahasa, Hezky O’Brien Kawengian, Menanggapi Pernyataan Kuasa Hukum Desa Passo
28 Desember 2024
IMG 20241128 WA0091
Politik
Puskaptis Banyuwangi Ucapkan Selamat Atas ‘Kemenangan’ Paslon 02 Ali Makki-Ali Ruchi Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pilihan Rakyat Banyuwangi
28 November 2024
IMG 20240405 WA0005
Nasional
Kelangkaan Gas Elpiji 3 kg Sering terjadi di saat memasuki Hari Raya Iedul Fitri
5 April 2024
IMG 20241222 WA0120
NasionalPemerintahan
BRNR Gelar Sosialisasi(MBG) Makan Bergizi Gratis di 12 Desa
22 Desember 2024
Jasa Website & Artikel SEO
Jasa Website & Artikel SEO

Pendidikan

Beredar Keluhan Wali Murid di Instagram, SMAN 1 Lumajang Klarifikasi Nominal Rp350 Ribu
3 Oktober 2026
Komite SMKN 1 Lumajang Dorong Bakat Siswa Terus Dikembangkan Berprestasi 
1 Oktober 2026
SDN Salak 01 Dapat Revitalisasi Rp928 Juta, Lima Ruang Direhabilitasi
1 Oktober 2026
Hebat..! SMKN 1 Lumajang Raih Juara Lomba Bahasa Inggris, Siswa Lanjut Tingkat Provinsi
25 September 2026
MTsN Lumajang Raih Medali Perunggu SSO Science and Social Olympiad di Jombang
14 September 2026
- Advertisement -

Seputar Desa

IMG 20261013 WA0025
Polsek Senduro Pantau Pelantikan Kasi Kesra Desa Kandangan, Berlangsung Aman dan Kondusif
13 Oktober 2026
IMG 20260918 WA0123
Jalan Rabat Beton Dusun Elosan Diperbaiki, Anggaran Dana Desa Rp103 Juta
18 September 2026
IMG 20260917 WA0073
Bulog Salurkan 53,80 Ton Beras untuk 1.795 KPM di Sumbermujur
17 September 2026
IMG 20260911 162309
Tumpeng Raksasa 6 Meter Meriahkan Istighosah “Sejatine Uripe” di Kalidilem
11 September 2026
IMG 20260910 WA0083
Gotong Royong Bersihkan Selokan, Pemdes Denok Ajak Warga Jaga Kebersihan Lingkungan
10 September 2026

Artikel Terkait:

Picsart 23 07 25 21 24 37 199
PemerintahanNasional

Tinjau Penanganan Stunting Banyuwangi, Ibu Negara: Ini Bagus Harus Terus Dilanjutkan

25 Juli 2023
IMG 20240702 WA0323
Nasional

Merasa Dipersulit Syahbandar Saumlaki, Mubarok Pengusaha Besi Tua Mohon Bantuan Forkopimda Kepulauan Tanimbar.

2 Juli 2024
IMG 20260205 WA0045
NasionalTNI – Polri

Operasi Keselamatan Semeru 2026, Satlantas Lumajang Tanamkan Tertib Lalu Lintas di SDN Kebonagung 1

5 Februari 2026
IMG 20260211 WA0050
NasionalPendidikan

MAN 2 Banyuwangi Study Kampus ke FIP UM, 344 Siswa Bekali Wawasan Perguruan Tinggi

11 Februari 2026
Jatim Rasio News
  • rasionews25@gmail.com
  • 0853 3069 6503
  • Berita
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Parlementaria
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Politik
  • TNI – Polri
  • Yudikatif
  • Bisnis
  • Teknologi
  • Hukum
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Edukasi
  • Seputar Desa
  • Advertorial
  • E-Paper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Reading: Lebaran Ketupat, Tradisi Syawal Sarat Filosofi Kehidupan dan Makna Saling Memaafkan
Share
Copyright © 2023 PT. Rafa Canasha Media
Selamat Datang di RasioNews.com!

Masuk ke Akun Anda